Dinilai Asal-Asalan Serta Dikerjakan Di Atas Paving Dan Lantai Warga, Proyek Aspal Hotmix Dana Desa (DD) Pandanwangi Diwek Kabupaten Jombang DiSorot Publik
JOMBANG– Pekerjaan proyek Di Desa Pandaanwangi Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menuai sorotan tajam bagi publik.
Proyek pengaspalan jalan yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) di Dusun Pandanwangi, Desa Pandanwangi, yang seharusnya memberikan peningkatan kualitas infrastruktur desa justru dinilai dikerjakan secara asal-asalan.
Pasalnya, sebagian aspal hotmix dilapiskan langsung di atas paving dan lantai cor warga tanpa proses pembongkaran atau pemerataan terlebih dahulu seperti pengaspalan pada umumnya standar kelayakan di lakukan pengaspalan dengan kualitas standarnya.
Dari pantauan di lapangan, terlihat jelas bahwa lapisan aspal baru menutupi permukaan paving yang masih tampak kuat dan belum rusak berat. Bahkan, beberapa bagian cor semen milik warga yang menonjol tidak dibongkar, melainkan langsung ditimpa aspal, sehingga permukaan jalan terlihat tidak rata dan berpotensi mengelupas dalam waktu dekat.
Ketua Pelaksana atas nama Samsul aparatur desa dengan jabatan sebagai polo (masih aktif) ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia beralasan bahwa dalam kontrak kerja yang diterimanya tidak tercantum kegiatan pemerataan atau pembongkaran lapisan lama.
“Kami hanya menjalankan sesuai dengan kontrak kerja yang ada.
Di situ tidak disebutkan pekerjaan pemerataan, hanya pengaspalan saja,” jelasnya kepada awak media.
Namun, penjelasan tersebut justru menimbulkan pertanyaan di kalangan warga. Mereka menilai proyek ini seharusnya direncanakan secara matang agar hasilnya maksimal dan tidak terkesan menghambur-hamburkan dana desa.

Seorang warga setempat mengungkapkan kekecewaannya. “Dulu tahun 2020 sudah pernah diaspal oleh Pokmas Pandan Sari. Sekarang diaspal lagi di tempat yang sama, tapi malah asal-asalan meragukan kualitasnya. Karena diatas paving dan cor milik warga depan rumah saja tidak di bongkar di kerjakan seperti aturan sebelum melaksanakan pengaspalan tapi malah di tumpangi aspalnya langsung, kan pasti cepat rusak.
Padahal masih banyak jalan lain di dusun ini yang lebih butuh perbaikan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga khawatir jika proyek pengaspalan tanpa pembongkaran tersebut tidak akan bertahan lama. Selain permukaan yang tidak rata, ketebalan aspal yang tidak merata juga dikhawatirkan akan cepat rusak, terutama saat musim hujan tiba.
Pemerintah Desa Pandanwangi hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan tersebut.
Namun masyarakat berharap pihak terkait, termasuk inspektorat dan pihak kecamatan, segera melakukan pengecekan ke lokasi agar penggunaan Dana Desa dapat tepat sasaran, transparan, dan berkualitas sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sebagai informasi, proyek pengaspalan ini merupakan salah satu kegiatan fisik desa tahun 2025 yang bersumber dari Dana Desa (DD). Sementara proyek sebelumnya di tahun 2020 juga dilakukan di lokasi yang sama oleh kelompok masyarakat (Pokmas) Pandan Sari.
Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya perencanaan yang tidak efisien dalam pengelolaan pembangunan desa.
(MBS/tim).
