Ada 11 Beresiko Stunting di Wai Muli Timur, Jarsiman Nyatakan Waspada Dan Serius Menanganinya
Lamsel, libasmalaka.com – Adanya 11 warga beresiko stunting diDesa Wai Muli Timur Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Kades setempat, Jarsiman menyatakan kewaspadaanya serta keseriusanya terhadap kasus tersebut.
Hal itu diungkapkan Kepala desa (Kades) Wai Muli Timur Jarsiman pada acara Rembug stunting di balai desa Wai Muli Timur, acara itupun dihadiri, Camat Rajabasa, Firdaus, SE. MM bersama Forkopimcam setempat Kepala KUA Rajabasa, dan Pendamping desa (PD) Rajabasa, Purwatina
Dari data Jumlah keluarga beresiko stunting ada 4 sasaran diantaranya BADUTA TI , 5 orang , BUMIL RESTI KARENA LILA/KEK (KURUS), 3 orang, BUMIL RESTI KARENA USIA DIBAWAH 20 ΤΗ, 2 orang.
BUMIL RESTI KARENA TERLALU BANYAK ANAK, 1 orang
Dari data tersebut, Kades Jarsiman Mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama bekerja keras dalam upaya pencegahan, menurut nya tanpa kerjasama permasalahan stunting tidak akan bisa ,” Walaupun angkanya 11 beresiko stunting namun kita harus waspada dan kita harus serius berusaha untuk menanggulangi dan mencegah agar tidak stunting,” Katanya.
Rembuk stunting desa adalah bertujuan untuk membahas dan merumuskan strategi pencegahan dan penanganan stunting secara partisipatif,” Tentunya kita Pemdes beserta lembaga desa meminta petunjuk dari Upt Puskesmas dalam hal ini mewakili Dinas Kesehatan,” Ujar Kades Jarsiman.
Sementara itu, Firdaus SE. MM Camat Rajabasa menyampaikan di wilayahnya ada 0% kasus stunting,” Tadi saya lihat data stunting, Alhamdulillah di Rajabasa tidak ada kasus stunting, namun ada kasus beresiko stunting seperti di Wai Muli Timur ini ada 11, tetap waspada walaupun kecil angkanya,” Pinta Camat Firdaus.
Dikesempatan itu, Ia berharap kepada seluruh warga masyarakat untuk menerapkan program Kebun, Kolam dan Kandang (K3) dipekarangan rumah.
“K3 di rumah-rumah harus diterapkan karena dengan program K3 dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber makanan bergizi dalam penanggulangan serta pencegahan stunting,” Ujar Camat Firdaus
“Walaupun perkarangan rumah tidak luas minimal untuk kolam 1 ember bibit ikanya 5 ember bibit untuk kebunya dan 5 ekor untuk ternaknya 2 ekor jantan 3 ekor betina,” Harap Camat Firdaus
Sesuai dengan slogan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama ” Bismillah Bisa”
(Berkolaborasi, Inisiatif, Sehat, dan Adaptif), Camat Firdaus juga berharap Pemerintah desa (Pemdes) bersama seluruh lembaga desa dan elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam penanggulangan serta pencegahan stunting.
“Program Bupati Egi yakni Asri, Bersih, Rapi dan Indah (ABRI) serta fasilitas umum khususnya toilet atau kamar mandi yang Bersih, Kering, dan Wangi (BKW) itupun dalam rangka penanggulangan serta pencegahan stunting, kita harus mendukung dan melaksanakan program tersebut,” Pungkasnya. (Saf)
