Forkopimda Plus dan Forum Kerukunan Umat Beragama Dukung KONTAS Terbitkan Buku Malaka di Ujung Merah Putih
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus dan Forum Kerukunan Umat (FKUB) Kabupaten Malaka menyatakan dukungan kepada Komunitas Wartawan Perbatasan (KONTAS) untuk menerbitkan buku Malaka di Ujung Merah Putih.
Pernyataan dukungan itu disampaikan secara lisan dalam acara tatap muka yang berlangsung secara terpisah, beberapa waktu lalu dan sumbangan artikel untuk melengkapi naskah-naskah draf buku yang akan diterbitkan dalam waktu dekat.
Dandim 1605/Belu, Letkol Arh Andi Yunus, S.Ip menyambut baik rencana penerbitan buku Malaka di Ujung Merah Putih yang berisikan gagasan, sikap dan tindakan semua elemen tentang nasionalisme di Kabupaten Malaka sebagai daerah perbatasan RI-Timor Leste.
Dandim Belu kepada KONTAS Malaka menekankan pentingnya perspektif nasionalisme dalam realitas konkrit sebagaimana yang dialami dalam kehidupan setiap hari. Banyak nilai-nilai nasionalisme yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan perlu disadari sebagai kekuatan untuk membangun persatuan dan kesatuan di daerah perbatasan.
Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K, MM menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Nasionalisme membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menegakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila demi tegak berdirinya NKRI.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka, Rahman Kemang, S.Pd.I, Ketua Klasis Sinode GMIT Betun, Pdt. Yusuf Bureni, S.Th, Deken Malaka, Pater Hironimus Moensaku, SVD, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Letkol Inf Sy. Gafur Thalib, Kepala Kantor Agama Kabupaten Malaka, Herman Yosep Reda Lete, S.Ag, M.A.B juga menaruh dukungan kepada para jurnalis yang tergabung dalam KONTAS Malaka untuk memberi pendidikan literasi yang baik dan berita-berita yang benar dan berimbang.
Ketua Panitia Kerja Buku, Pisto Bere menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Forkopimda Plus dan FKUB Malaka dan semua pihak yang telah menyumbangkan gagasannya demi penerbitan buku tentang semangat kebangsaan di Bumi Perbatasan RI-Timor Leste. (*)
