Tempuh 12 KM Dengan Jalan Kaki , Warga Pekon Bandar Dalam Bergantian Menandu Peratin Yang Sedang Sakit
Lampung, libasmalaka – Tidak adanya akses jalan kendaraan roda empat serta kondisi geografis yang sulit, Warga Pekon Bandar Dalam Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung mengevakuasi peratin atau Kepala desa (Kades) setempat Rudi Meilano yang sedang sakit dengan menandu menggunakan sarung dan susunan papan serta bambu menuju UPTD Puskesmas Bangkunat.
Peratin Rudi Meilano yang sedang sakit itu membutuhkan penanganan medis sehingga warga Pekon Bandar Dalam mengevakuasinya dengan berjalan kaki, perjalanan evakuasi tersebut menempuh perjalanan yang cukup lama dengan jarak sekitar 12 KM lebih setidaknya tiga hingga empat jam perjalanan kaki,
\”Dengan rute melewati jalan darat, bibir pantai, hingga menyeberangi beberapa sungai besar, Jika ditotal jarak tempuh dari Bandardalam menuju Sumberrejo mencapai 12,2 KM dengan perkiraan perjalanannya membutuhkan waktu hingga empat jam,\” Ungkap Peratin Wayharu, Dian Setiawan
Maka dari itu evakuasi tersebut memang mengharuskan melibatkan banyak masyarakat yang dilakukan secara bergantian,\” Imbuhnya
Upaya Pembangunan Jalan Wayharu Pesisir Barat Lampung, Pemkab Diminta Kemenhut Perbarui PKS.
Dian berharap agar upaya dalam membuka keterisoliran Wayharu dapat segera terwujud. Sehingga kejadian-kejadian serupa tidak lagi terjadi dan masyarakat dapat lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbilang mendesak.
\”Kami sangat berharap upaya Pemkab Pesisir Barat bersama Pemprov Lampung untuk mewujudkan harapan terbesar masyarakat Wayharu bisa segera dikabulkan pemerintah pusat. Ini tidak hanya tentang bagaimana ekonomi masyarakat bisa meningkat pesat, lebih penting dari itu adalah agar bagaimana masyarakat bisa cepat mendapatkan penanganan medis ketika dalam kondisi mendesak, sehingga nyawa seseorang bisa terselamatkan,\” ujar Dian
Peristiwa itupun terekam dalam video amatir yang diunggah warga dan memperlihatkan betapa beratnya medan yang harus dilalui. Aksi solidaritas warga itu juga viral di media sosial, menyoroti potret nyata sulitnya akses layanan kesehatan di wilayah tersebut. (Red)
