Desa Wederok Dampak Paling Parah Badai Seroja Bantuan Rehab Rumah Tidak Tepat Sasaran

0
Spread the love

Kamis tanggal 10 November 2022, Virgilius Tahu Nahak merupakan salah satu Tokoh pemuda dari Desa Wederok yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Wederok Periode 2017-2023 ia mengungkapkan Desa Wederok merupakan salah satu Desa dari beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Malaka yang mengalami dampak terparah dari Bencana Badai Siklon Tropis Seroja Tahun 2021.

\"\"

Lebih lanjut dirinya, menyampaikan bahwa di Desa Wederok, Kecamatan Weliman terdapat 8 Dusun yang terkena dampak banjir akibat badai seroja, dan Pemerintah Desa telah mengusulkan kepada badan Nasional penanggulangan bencana daerah (BNPBD) sebagai penerima bantuan perbaikan dari Proyek Bencana Seroja sebanyak 410 rumah

dari usulan sebanyak 410 rumah dari pemerintah Desa Wederok tersebut, yang terealisasi hanya 180 Unit rumah oleh BNPBD katanya

\"\"

 

Virgilius Tahu Nahak lebih rinci mengatakan,
Rusak ringan : 114 rumah, Rusak Sedang : 10 rumah Rusak berat : 59 rumah bagi warga yang masuk dalam daftar pemnerima bantuan rehab / perbaikan rumah, diberikan uang tunggu sejumlah Rp.1.500.000 untuk 3 bulan saat pelaksanaan renovasi, akan tetapi hingga saat ini dana yang dijanjikan tersebut belum didapatkan oleh warga masyarakat Desa Wederok.

Sebagian besar warga pemilik rumah yang direhab mengeluh karena saat pelaksanaan renovasi rumah oleh Kontraktor, warga tidak mendapatkan seluruh bahan bangunan / material .

Dalam proses pekerjaan rumah dan rehab, dirinya selalu mengontrol untuk menghindari terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh Kontraktor pelaksana. rincianya

Virgilius Tahu Nahak
sempat merasa kecewa dengan Pihak BNPBD Kabupaten Malaka yang kurang melakukan Kordinasi dengan Pemerintah Desa dalam menentukan Lokasi maupun penunjukan terhadap masyarakat penerima bantuan rehab dan pembangunan rumah di Desa Wederok.

Kurangnya Kordinasi antara BNPB Kabupatan Malaka dengan Pemerintah Desa Wederok dalam menentukan Lokasi maupun penunjukan terhadap masyarakat penerima bantuan rehab rumah di Desa Wederok sehingga terkesan bantuan tersebut tidak tepat sasaran.

Hasil Monitoring pembangunan rumah panggung kepada masyarakat yang terdampak bencana badai Siklon Tropis Seroja kategori rusak berat bertempat di Desa Forekmodok dan Desa Lamudur, Kecamatan Weliman

Bahwa pembangunan rumah bantuan seroja untuk kategori rusak berat (Rumah Panggung) di Desa Forekmodok dan Desa Lamudur dikerjakan oleh kontraktor CV. Empat Putera atas nama pemilik Marius Ki’ik

Pembangunan rumah bantuan yang terdampak bencana badai Siklon Tropis Seroja (Rumah Panggung) di Desa Forekmodok dan Desa Lamudur oleh CV Empat Putra berjumlah 75 unit rumah yaitu di Desa Forekmodok terdapat 62 unit rumah dan di Desa Lamudur 13 unit rumah.

Bentuk rumah yang dibangun adalah rumah Panggung Type 36 menggunakan rangka baja ringan, pondasi model bagesting dan atap galvalum

Sementara warga setempat Marianus Kiik
menyampaikan bahwa pembangunan rumah panggung bantuan bencana seroja yang dikerjakannya sebanyak 75 Unit dan secera keseluruhan sudah selesai ± 90%.

Lanjut Kiik, Terdapat sebagian rumah sudah dihuni oleh masyarakat namun pintu rumah belum dipasang dan masih dalam tahap penyelesaian.

Perkerjaan sempat terkendala akibat cuaca yang tidak menentu namun diperkirakan akan rampung pada akhir bulan Desember mendatang sesuai waktu yang ditentukan. terang Marianus Kiik (Edi tim)

Tinggalkan Balasan