Simon Nahak Tegaskan Guru Jangan Sekali kali Mengatakan Muridnya Bodoh 

0
Spread the love

libasmalaka.com- Penegasan itu disampaikan  Bupati Malaka Dr.Simon Nahak,SH.,MH, Saat kunjungan kerjanya ke Desa Biudukfoho Kecamatan Rinhat dalam rangka tatap muka dengan ribuan Kepala Sekolah, dan Guru tingkat , PAUD, SD, SMP dan SMA yang dihadiri Sekolah dari 4 Kecamatan yaitu  Malaka Barat , Rinhat , Weliman dan kecamatan Wewiku , Kabupaten Malaka Propinsi NTT, Senin (22/8/2022)

\"\"

Lebih lanjut Bupati Simon Nahak mengatakan,  \”Simon Nahak ini bukan siapa – siapa dan namanya tidak di perhitungkan sama sekali  tapi kenapa saya jadi bupati ? , Itu karena berkat guru dan semua yang hadir disini.

\"\"

\”Guru adalah Garda terdepan untuk mencerdaskan Bangsa,  jangan sekali kali guru mengatakan Bodoh kepada siswa, Guru Juga Adalah orang tua bagi siswa-siswi di sekolah sebagai pengganti orang tuanya di rumah. Jadi tugas guru tidak hanya sebatas mengajar saja, namun juga mendidik. Jika hanya mengajar maka setelah keluar dari kelas selesai sudah tugasnya. Guru hanya menyampaikan pelajaran sesuai dengan kurikulum.

\"\"

Tugas mendidik jauh lebih berat dari pada mengajar. Sambung Bupati Simon. \”Sebagai pendidik dibebankan kepada semua guru. Tak harus guru mata pelajaran agama atau wali kelas saja. Apapun mata pelajaran yang diampu guru, harus bisa memberikan contoh yang baik bagi siswa-siswinya di sekolah. Sebagai pendidik, guru harus menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didiknya.

\"\"

Guru adalah orang yang mencerdaskan anak bangsa, dari yang tidak bisa menjadi bisa. Namun, tak jarang guru menghadapi siswa yang ketinggalan dengan teman-teman sebayanya. Tidak bisa mengikuti apa yang telah diajarkan oleh guru. Meskipun guru telah mengulangi beberapa kali namun masih juga tidak bisa menerima apa yang telah diajarkan oleh guru. Timpal Bupati Simon

Masalah ini biasa terjadi pada sekolah-sekolah dengan input siswa yang kurang. Untuk sekolah yang dianggap favorit atau bagus tidak dibicarakan di sini, karena penerimaan siswa-siswinya sudah melalui tahap seleksi yang cukup ketat, sehingga mendapatkan input siswa yang bagus. Tak hanya sekolah swasta pinggiran saja yang mengalami masalah input siswa rendah, namun juga sekolah negeri. Ini terjadi karena persaingan mendapatkan siswa baru yang cukup ketat.

Antar sekolah berusaha mendapatkan siswa sebanyak-banyaknya. Jika dulu dalam satu kelas bisa mencapai 40 siswa, maka sekarang hanya 30 atau 25 siswa saja. Ini terjadi karena guru harus mengajar minimal 24 jam per minggu untuk memenuhi tugasnya sebagai guru yang profesional. Jika tidak dapat memenuhi maka tunjangan profesi guru (TPG) tidak bisa diterima. Sekolah berlomba-lomba menambah lokal supaya pembagian jam mengajar guru merata. Dengan demikian, kualitas input siswa menjadi turun.

Dengan menurunnya kualitas input siswa maka akan timbul masalah baru. Masalah ini sering terjadi pada guru yang mengajar di kelas. Siswa tidak mudah menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru. Dengan demikian, guru harus pandai-pandai mencari metode dan pendekatan yang tepat untuk bisa menyampaikan materi pelajaran yang ada di kelas supaya lebih mudah diterima oleh siswa.

Siswa yang tidak bisa menerima materi pelajaran dengan baik di kelas banyak faktornya. Mulai dari keluarga, misalnya orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak mengontrol belajar anaknya. Anak tidak akan belajar secara maksimal, bahkan tak pernah mau belajar. Lingkungan pergaulan siswa juga sangat berperan dalam hal ini. Siswa tidak mau belajar karena lingkungan yang selalu ramai atau tidak ada teman sebaya dalam tempat tinggalnya.

Faktor yang juga berperan membuat siswa tidak bisa menerima pelajaran dengan baik adalah gizi. Siswa dari kalangan keluarga kurang mampu yang pada saat pergi sekolah tidak sarapan terlebih dahulu membuat konsentrasi siswa berkurang karena perut kosong. Asupan gizi yang dimakan siswa tiap hari juga mempengaruhi tingkat kecerdasan seorang siswa.

Maka dari itu lanjut Bupati Simon, Saya sudah bertekad bersama wakil Bupati  Loise Lucky Taolin minta kepada semua guru untuk Mengimplementasikan Program SAKTI  Karna semua sudah tertuang didalamnya.(Ed)
Editor Ananda Budiman

Tinggalkan Balasan