Jangan Propagandakan Isu Miring Harga Beras Program BPNT di Malaka

Jangan Propagandakan Isu Miring Harga Beras Program BPNT di Malaka

libasmalaka.com- Harga beras jenis Premium Bulog Atambua sebesar Rp 10. 500 per kg. Rumah Pangan Kita (RPK) Jisel, satu-satunya RPK yang aktif di Kabupaten Malaka menjual kepada e-warung dengan harga Rp 11. 000 per kg. e-warung menyalurkan kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Malaka dengan harga Rp 12. 000 per kilo dan tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 13. 300 per kg. Sehingga, jangan propagandakan isu miring harga beras BPNT.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Atambua Naomi Uli dalam keterangan persnya usai pertemuan bersama e-warung penyalur sembako Program BPNT di aula Kantor Desa Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah, Kamis (25/11/21) mengatakan harga beras Bulog jenis Premius sebesar Rp 10. 500 per kg. Bulog melayani RPK sesuai harga tersebut tanpa berubah dengan kualitas yang terjamin.

Dikatakan, pihaknya tidak mungkin menyalurkan beras dengan kualitas yang jelek. Hal ini diketahui, karena belum ada RPK yang mengajukan klaim terhadap beras yang disalurkan Bulog untuk menyukseskan program BPNT di Kabupaten Malaka. Terkait penyaluran beras, Bulog Atambua hanya mengenal RPK Jisel, sebagai satu-satunya RPK yang aktif di Kabupaten Malaka.

Menurutnya, tidak ada masalah yang berkaitan dengan jual beras untuk menyukseskan program bantuan non tunai tersebut. Jika ada masalah, bisa disampaikan ke Bulog Atambua, karena beras Premium punya kualitas terbaik untuk disalurkan kepada KPM BPNT di Kabupaten Malaka.

Data dan informasi yang dihimpun wartawan di sejumlah e-warung menyebutkan, beras premium yang disalurkan kepada KPM dengan harga yang tidak melampui harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 13. 300 per kg. Agen BRILink menjual dengan harga Rp 12. 000 per kg. Sehingga, para pemilik e-warung berharap agar jangan mempropagandakan isu miring harga beras bantuan BPNT. Karena, belum ada pengaduan KPM terkait harga dan kualitas beras selama ini.(Edi.S)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: