Pacul Tanah Gratis Milik Rakyat Oleh Pemkab Malaka Mencapai 161 Hektare

libasmalaka.com- Program Pacul tanah gratis yang diluncuncurkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Malaka dibawah kepemimpinan Bupati SBS hingga tanggal 25 Agustus 2020 sudah mencapai 161, hektare (ha) yang menyebar di 12 Kecamatan di Malaka di kabupaten malaka

Luas olahan 161
akan terus bertambah setiap hari karena masyarakat sudah banyak membersihkan lahannya masing-masing sehingga memudahkan dan mempercepat operator saat membalik tanah menggunakan traktor milik pemda di kebun.

Plt Kadis tanaman pangan hortikultura dan perkebunan (TPHP) Kabupaten Malaka, Nikolaus Seran, S.Sos mengatakan kepada wartawan saat dikonfirmasi di Betun, Selasa (25/8-2020)

Menurut nikolas , sesuai rencana pemerintah, dalam tahun anggaran 2020 ini Dinas TPHP Malaka pacul tanah rakyat seluas 2. 500 hektar dengan rincian 1250 ha biaya operasionalnya ditanggung dinas dan 1250 ha lainnya biaya operasionalnya ditanggung masing-masing desa melalui Dana Desa.

” Kita himbau kepada para Camat dan Kepala Desa untuk melakukan koordinasi dengan petugas di lapangan terkait rencana pacul tanah itu sehingga bisa melancarkan kegiatan di lapangan”

” Kita juga minta kepada rakyat untuk proaktif berkoordinasi dengan desa dan petugas di lapangan terkait rencanana pacul tanah di wilayah desanya masing-masing agar bisa mendapatkan pelayanan”
” Sesuai arahan Bupati SBS sebagai pencetus program ini meminta agar program pacul tanah bagi rakyat itu jangan dipolitisir dan tidak boleh ada tebang pilih di lapangan”

” Jangan kait-kaitkan urusan pacul tanah itu dengan urusan politik atau berdasarkan dukungan politik. Kata nikolas

Bupati SBS tidak mau seperti itu karena tujuan diadakannya program pacul tanah gratis itu untuk membantu rakyat yang karena ketidak mampuannya maka pemerintah membantu memaculkan tanahnya,

” Bagi rakyat yang tanahnya sudah diolah supaya siap melakukan penanaman pada awal musim penghujan termasuk membersihkan lahannya supaya hasil tananam memberikan hasil yang optimal”

” Hasil panenannya semua untuk rakyat dan pemerintah tidak minta sedikitpun dari hasil panenan yang ada. Tujuan program ini murni untuk rakyat supaya rakyat berkelimpahan makanan dan tidak boleh lapar di tanah yang subur seperti permintaan Bupati SBS,pungkas Nikolas.(bagas Red)

Berita Lain 👇