Kunjungi Desa Kalirejo, Ketua Komisi II DPRD Lamsel Tampung Aspirasi Petani Dan Pemdes

Lampung Selatan, www.libasmalaka.com – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bersama Pemerintah desa (Pemdes) Kalirejo Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) sambut hangat Kehadiran Ketua komisi ll DPRD Lamsel  Halim Nasai beserta rombongan, Rabu (13/05/2020).

Hadirnya Ketua komisi ll DPRD Lamsel  Halim Nasai beserta rombongan yakni, Sekretaris Komisi II Bowo Edi Anggoro, Anggota l Made sukintre, Malik Ibrahim dan staf DPRD Komisi II di Desa Kalirejo dalam Kunjungan serta menyerap aspirasi masyarakat dan mencari solusi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat terutama permasalahan yang dihadapi oleh petani ditengah pendemi virus -19 (Corona)

Ketua komisi ll DPRD Lamsel  Halim Nasai mengatakan, Selain melihat kesiapan Pemerintah desa setempat dalam menyikapi permasalahan Covid 19, Pihaknya selaku Komisi II yang membidangi pertanian dan perikanan siap menampung aspirasi masyarakat petani.

“Yang sedang melanda saat ini, apa saja yang di butuhkan oleh pemerintah desa dalam hal menangani memutus mata rantai Covid 19, nanti akan kita cari solusi jalan keluarnya, selain itu kami Komisi II juga menampung aspirasi berkenaan dengan bidang Komisi II yaitu pertanian dan perikanan,” Katanya.

Iapun meminta kepada Pemdes dan Gapoktan untuk menyampaikan apa saja yang menjadi aspirasinya.

“Kalau ada kendala Seperti Persiapan palidasi data BPNT dan ada juga bantuan yang dari 30 % menggunakan Dana Desa (DD) di alokasikan untuk pemberdayaan penanganan Covid 19, kalau ada kendala sampaikan saja pak, baik Dalam hal bantuan bibit atau masalah pupuk ,” Ujar Halim

Budiono selaku kepala Desa kali Rejo mengucapkan terimakasih atas kunjungan Anggota DPRD Lampung Selatan, Iapun mengungkapkan permasalahan tentang bantuan dari pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“itu kurang banyak kuotanya, kenapa demikian karena menyangkut dampak Covid 19, semua masyarakat di desa kami terkena dampaknya, jadi harapan kami kepada pemerintah, masyarakat kami Agar mendapatkan semua sentuhan batuan itu, karena kenapa semua kena dampak Virus Corona ini,” Ungkapnya.

Budi pun mengulas saat Musrenbang Kecamatan Palas yang diselenggarakan di Desa Palas Aji, Desanya akan mendapatkan dua titik peningkatan pembangun jalan infrastruktur dari Onderlag menjadi Hotmik yakni titik jalan menuju MTS Negeri dan Jalan tembusan ke Desa Bali Agung, Dirinya berharap dengan adanya pandemi Corona pembangunan tersebut tetap dibangun.

“Jadi mudah mudahan dengan ada nya Covid ini tidak Hilang lagi, seperti tahun sebelumnya, harapan kami tetap di bangun tahun 2020 ini.,” katanya.

Mengenai Bantuan, Budi katakan bantuan dari dinas sosial bisa mengkaper dari data yang telah di ajukan pihaknya ke dinas sosial,  dengan bantuan BLT sebanyak 235 kk sementara BLT dari DD 90 KK.

“Karena jujur saya juga kena dampak nya, untuk usaha jual beli motor, sekarang lagi sulit,” Katanya lagi.

Sementara itu, Wahyudin selaku ketua Gapoktan hanya mengeluhkan tentang Bantuan bibit yang tidak sesuai dengan apa yang di harapkan, setelah itu kalau lagi musim panen mereka kesulitan alat kombet untuk memanen padi.

“Kalau lagi musim panen kami tidak ada alat pak, kami mendatang kan alat dari luar daerah, di desa kami sangat membutuhkan alat kombet tersebut,” Keluh Wahyudin saat menyampaikan aspirasi nya dihadapan Tim Komisi II DPRD Lampung Selatan.

Bowo selaku sekertaris Komisi II menanggapi, apa yang di harapkan oleh para petani dan kades berkenaan dengan peningkatan jalan tembusan Desa Bali agung dan GG MTS Pada tahun 2020.

“kayaknya tidak mungkin dibangun Jalan tembusan ke desa Bali agung, ada kemungkinan Jalan MTS yang mudah-mudahan dibangun masuk di E- plening kita, Namun tahun 2021 Desa kali Rejo saya usulkan pembangunan di Dusun Rejosari,” Terang Bowo

Selanjutnya berkenaan dengan insentif satgas covid-19, pihaknya mendorong insentif tenaga medis, menurutnya pada saat ini jika ada pasien keluhan hanya panas sedikit tenaga medis tidak menangani, sipasien langsung diarahkan ke rumah sakit karena tenaga medis tidak dilengkapi APD.

“Karena mereka tidak dilengkapi  APD, Mereka takut kalau panasnya covid -19, nah itu yang terjadi sekarang ini, Sekarang ada harapan lampu hijau mudah-mudahan mereka ada tambahan insentif minimal bisa belanja APD sendiri, Berkenaan dengan insentif satgas Covid di tingkat Desa nanti kita pelajari bisa nggak di anggarkan dari DD atau APBD,” Ujar Bowo

Terkait bantuan alat mesin tani (Alsintan) rotary dan combet pihaknya akan mengusulkan alat tersebut.

“Untuk bantuan alsintan rotary  dan combet, ini alat favorit Pak mahal, untuk mendapatkan nya juga lumayan mencapai 20 sampai 30 juta ada yang bermain seperti itu. tapi saya tidak menyarankan seperti itu, sebenarnya bisa gratis asal kita kompak nanti kita usulkan minimal satu Desa satu Combet dan rotary,” Pungkas Bowo. (Sam/Saf).

Berita Lain 👇