Benediktus Min Sii Resmi Diurapi di Tafatik Batane Umakatahan, Langkah Bersejarah Menuju Penobatan Liurai Wehali ke-17
libasmalaka.com – Selasa, 3 November 2026 menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat adat Wehali. Benediktus Min Sii secara resmi diurapi atau Kaba di Tafatik Batane Umakatahan, dalam rangka proses menuju pengukuhannya sebagai Liurai Wehali ke-17.
Penerimaan Secara Adat
Sebelum proses pengurapan berlangsung, kedatangan calon Liurai Wehali diterima secara adat oleh Makoan Tafatik Makae Lulik ke-52, Petrus Tahu, di lingkungan Tafatik Batane Umakatahan. Prosesi ini merupakan bagian penting dan sakral dalam rangkaian ritual adat terakhir sebelum acara puncak penobatan.
Tiga Fase Perjalanan Adat
Proses panjang persiapan menuju penobatan telah melalui serangkaian ritual adat di berbagai Sonaf dan Tafatik, yang terbagi dalam tiga fase perjalanan:
✅ Fase Pertama: Tafatik Builaran, Naibone, dan Fatuao
✅ Fase Kedua: Tafatik Kakaniuk dan Ana Metan
✅ Fase Ketiga: Tafatik Kateri dan Umakatahan
Nai A’aat dari Makoan As Manulea menyampaikan bahwa seluruh proses berjalan lancar:
“Proses perjalanan dan ritual adat berjalan baik, mendapat restu dan pengakuan dari berbagai Sonaf atau Tafatik yang dikunjungi Liurai Wehali Benediktus Min Sii.”
Prosesi Pengurapan
Benediktus Min Sii diurapi oleh Fukun Tafatik Batane, Agustinus Seran. Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri para pemangku adat. Setelah pengurapan, dilanjutkan dengan makan adat bersama sebagai simbol kebersamaan dan kesatuan.
Turut mendampingi dalam prosesi ini para Kepala Suku, yaitu: Nai Sau, Kato, Abanit, Angket, dan Oepikan, beserta Makoan As Manulea, Nai A’aat.
Menuju Penobatan Resmi
Nai A’aat menjelaskan langkah selanjutnya:
“Setelah proses ini selesai, Tetua Adat, Fukun, dan Makoan akan berembuk bersama serta meminta petunjuk leluhur untuk menentukan waktu yang tepat bagi acara pengukuhan atau penobatan Liurai Wehali ke-17.”
Diketahui, Benediktus Min Sii telah menerima restu penuh dari para Tetua Adat, Fukun, dan Makoan untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan adat Wehali, menggantikan Liurai Wehali ke-16, Petrus Muti Parera, yang telah mangkat beberapa tahun silam. (Kiler)
Editor Edi. S
