6 Oktober 2026

SMAK Frateran Surabaya Borong Empat Prestasi Nasional, Siswa Sukses Ukir Juara di Berbagai Kompetisi

Screenshot_20261006-110959
Spread the love

SURABAYA – SMAK Frateran Surabaya kembali menunjukkan kualitas dan komitmennya dalam mengembangkan potensi akademik peserta didik.
Sejumlah siswa sekolah tersebut berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam berbagai kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh sejumlah perguruan tinggi, Selasa (6/10/2026).

Prestasi tersebut diraih melalui empat ajang kompetisi berbeda, yakni Petra Food Quest yang diselenggarakan Universitas Kristen Petra, Fun and Challenging Physic Competition (FCPC) 2026 oleh Universitas Katolik Widya Mandala, Civil Engineering Games (CEG) yang juga diselenggarakan Universitas Kristen Petra, serta Biolympic 2026 yang digelar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pada ajang Petra Food Quest, SMAK Frateran Surabaya berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional.
Prestasi tersebut dipersembahkan oleh dua siswa, yakni Leonard Kevin dari kelas 12B dan Jesselyn Yang dari kelas 12NSC.

Keduanya mengaku sangat bahagia sekaligus tidak menyangka dapat meraih posisi tertinggi dalam kompetisi tersebut. Terlebih, Petra Food Quest menjadi pengalaman pertama mereka mengikuti lomba di bidang dan fakultas seperti ini.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba hal baru, disertai kemauan belajar dan kerja keras, dapat menghasilkan pencapaian yang membanggakan.
Sementara itu, pada ajang Fun and Challenging Physic Competition (FCPC) 2026 yang diselenggarakan Universitas Katolik Widya Mandala, siswa SMAK Frateran Surabaya berhasil meraih Juara 2 tingkat nasional.

Kompetisi tersebut diikuti oleh Lutfy Kevin Nitihardjo dan David William Setiawan. Bagi keduanya, FCPC 2026 menjadi pengalaman yang sangat menantang karena merupakan lomba fisika pertama yang mereka ikuti.

Persiapan menghadapi kompetisi dilakukan secara intensif selama kurang lebih tiga minggu.
Keduanya menjalani bimbingan secara rutin bersama Pak Lorent, memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran seperti video edukasi di YouTube hingga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu sarana belajar.
Hampir setiap hari, mereka menghabiskan waktu untuk membahas berbagai soal dan memperdalam materi, bahkan hingga larut malam. Menariknya, proses belajar tersebut terkadang ditemani lagu-lagu Bon Jovi sehingga suasana belajar tetap terasa menyenangkan meski berlangsung dalam tekanan persiapan lomba.

Saat hari pelaksanaan lomba, keduanya mengaku tidak terlalu memasang ekspektasi tinggi. Persiapan yang hanya berlangsung selama tiga minggu dan tingkat kesulitan soal yang dihadapi membuat mereka merasa cukup berat untuk bersaing.
Namun, hasil akhir justru memberikan kejutan. Kerja keras selama tiga minggu tersebut berhasil mengantarkan mereka meraih Juara 2 tingkat nasional.

Pencapaian itu sekaligus menjadi pengalaman berharga bahwa keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti berusaha. Dengan tekad, semangat belajar, serta konsistensi dalam berlatih, peluang untuk meraih prestasi tetap terbuka.

Prestasi berikutnya diraih dalam ajang Civil Engineering Games (CEG) yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Petra pada 20 September. Kompetisi tingkat nasional tersebut diikuti kurang lebih 30 tim yang berasal dari berbagai sekolah.

Tim SMAK Frateran Surabaya yang berhasil meraih Juara 2 terdiri atas Leonard Kevin kelas 12B, Stefanus Jovan Ho kelas 12E, dan Christopher Bradley Tan kelas 12NSC.
Kompetisi CEG memiliki tantangan tersendiri karena materi yang diujikan berfokus pada bidang fisika dan matematika. Dengan persaingan yang melibatkan peserta dari berbagai sekolah, keberhasilan meraih posisi kedua menjadi pencapaian yang patut diapresiasi.

Para siswa mengaku merasa sangat bahagia dan tidak menyangka dapat meraih Juara 2.
Meskipun sebelumnya sempat optimistis dengan kemampuan tim, hasil tersebut tetap menjadi sebuah kebanggaan tersendiri setelah melewati rangkaian kompetisi.

Selain tiga prestasi tersebut, SMAK Frateran Surabaya juga kembali mengukir prestasi gemilang dalam bidang biologi melalui ajang Biolympic 2026 yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Elaine Selyna Hartono berhasil meraih Juara 1.
Bagi Elaine, mengikuti Biolympic 2026 memberikan pengalaman yang sangat berharga.

Menurutnya, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengasah dan melatih kemampuan di bidang biologi.
Ia mengaku senang dapat mengikuti kompetisi tersebut dan bahkan memiliki keinginan untuk kembali mengikuti berbagai lomba serupa di masa mendatang.

Rangkaian prestasi tersebut memperlihatkan keberagaman potensi akademik siswa SMAK Frateran Surabaya, mulai dari bidang pangan, fisika, matematika hingga biologi. Tidak hanya menghasilkan juara, pengalaman mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter siswa agar berani menghadapi tantangan, mampu bekerja sama, disiplin belajar, serta memiliki semangat untuk terus berkembang.

Pencapaian di tingkat nasional tersebut juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang diminati.

Dengan dukungan sekolah, guru pembimbing, serta semangat belajar para siswa, SMAK Frateran Surabaya terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya juang, kreativitas, dan kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat yang lebih luas.

Empat prestasi nasional tersebut sekaligus menjadi catatan positif bagi SMAK Frateran Surabaya dalam upaya membangun budaya berprestasi dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi terbaiknya. (Yud).

About Post Author