17 Agustus 2026

Dari Pesantren untuk Negeri, HUT RI ke-81 di Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin, Abuya Ahmad Yani Iliyin “Merawat Kemerdekaan dengan Keberkahan, Iman dan Nasionalisme”

IMG-20260817-WA0232
Spread the love

WRINGINANOM – GRESIK — Nuansa religius dan semangat kebangsaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin, Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Upacara bendera Merah Putih yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin tersebut dipimpin langsung oleh Abuya Ahmad Yani Iliyin, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin Dusun Sumberwaru, RT 002 RW 003, Desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Senin (17/08/2026).

Kegiatan menjadi momentum untuk menanamkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dalam amanahnya, Abuya Ahmad Yani Iliyin mengajak seluruh peserta upacara untuk memaknai kemerdekaan tidak sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi sebagai nikmat dan amanah besar yang harus dijaga dengan keimanan, persatuan, serta tanggung jawab moral.

Menurutnya, perjuangan para pahlawan terdahulu merupakan pengorbanan luar biasa. Mereka berjuang tanpa memikirkan kepentingan pribadi, keluarga maupun keselamatan diri. Hidup dan mati dipertaruhkan demi masa depan bangsa dan generasi yang belum mereka kenal.

“Upacara bendera Merah Putih ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah memberikan hadiah yang sangat besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia berupa kemerdekaan,” demikian pesan Abuya dalam amanahnya.

Beliau menegaskan, generasi saat ini memiliki kewajiban untuk menghormati dan meneruskan perjuangan para pendahulu. Kemerdekaan yang telah diwariskan tidak boleh hanya dinikmati, tetapi harus dijaga dan diisi dengan amal kebajikan, keadilan, pendidikan, persatuan dan kepemimpinan yang amanah.

Abuya juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa ketika kekuasaan dan amanah tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Dalam pesannya, ia menyinggung munculnya perilaku koruptif dan penyalahgunaan amanah sebagai tantangan yang dapat merusak keberkahan sebuah negara.

“Jangan sampai kemudian kemerdekaan yang diberikan Allah ini tidak mampu kita kembalikan dengan kebaikan. Jangan sampai keberkahan ini dicabut oleh Allah,” pesannya.

Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin, kemerdekaan memiliki dimensi spiritual. Merah Putih bukan hanya simbol negara, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada tanah air harus berjalan seiring dengan ketakwaan kepada Allah SWT.

Semangat hubbul wathan minal iman cinta tanah air sebagai bagian dari nilai keimanan diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Santri dan seluruh masyarakat pesantren didorong untuk menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjaga persatuan bangsa.

Di tengah momentum HUT RI ke-81 bertema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Abuya Ahmad Yani Iliyin juga menyampaikan doa dan harapan bagi kepemimpinan nasional agar senantiasa diberikan kekuatan dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia berharap para pemimpin bangsa mampu menjalankan kekuasaan sebagai amanah, bukan sekadar jabatan. Sebab, dalam perspektif Islam, kepemimpinan merupakan tanggung jawab yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

“Semoga pemimpin kita yang saat ini berjuang membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia diberikan kekuatan dan petunjuk oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya.

Peringatan kemerdekaan di Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin pun menjadi refleksi bahwa perjuangan belum selesai.

Jika dahulu para pahlawan berjuang mengusir penjajahan, maka generasi hari ini menghadapi tantangan berbeda menjaga persatuan, melawan kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, serta berbagai bentuk penyimpangan amanah.
Kemerdekaan, dalam pandangan tersebut, bukanlah garis akhir perjuangan.

Kemerdekaan adalah amanah ilahiah sekaligus warisan para syuhada dan pahlawan yang harus dipertanggung jawabkan oleh setiap generasi.

Dari halaman Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin, kibaran Merah Putih pada HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi simbol doa dan tekad: semoga Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan pemimpin yang amanah, rakyat yang bersatu, serta keberkahan menuju bangsa yang berdaulat, adil dan makmur.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka dalam persatuan, kuat dalam keimanan, dan berkah dalam pengabdian.

( MBS )

About Post Author