Gema Sholawat dan Istighotsah Menggema di Ponpes Internasional Al-Illiyin, Ribuan Jamaah Hadir dari Berbagai Daerah Ada Dari Brunai Darusalam Dan Malaysia
WRINGINANOM-GRESIK — Suasana penuh khidmat dan keberkahan menyelimuti Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin di Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kompleks pesantren untuk mengikuti kegiatan rutin Majelis Istighotsah Sentral Jam’iyah Sholawat Ibrahimiyah, sebuah majelis yang menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW melalui lantunan sholawat, dzikir, istighotsah, doa bersama, serta tausiyah keagamaan.
Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan tersebut dihadiri oleh sejumlah ulama, Habib, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Sabtu, 25/07/2026. malam
Dalam sambutannya, pembawa acara menyampaikan, penghormatan kepada Romo K.H. Ahmad Aman Salim selaku Ketua Jamsus beserta seluruh jajarannya, Abuya Ahmad Yani Ilyin selaku Pengasuh Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin, keluarga besar Al-Illiyin Cabang Lamongan beserta para asatidz, Romo K.H. Abdul Hajir Ismail beserta rombongan dari Madiun, Romo K.H. Hasan Bisri dari Gresik, Romo K.H. Agus Maulana dari Sepanjang, jajaran Muspika Wringinanom, keluarga besar Bani Mustofa dari Nganjuk, keluarga besar Bani Sunjo dari Madiun, para habaib, para kiai, para ustaz, para gus, serta seluruh jamaah yang datang dari berbagai desa, kota, bahkan luar daerah untuk bersama-sama menghadiri majelis yang penuh keberkahan tersebut.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Ibrahimiyah, dzikir, istighotsah, serta doa bersama yang dipimpin oleh para masyayikh.
Lantunan sholawat yang menggema di seluruh area pesantren menghadirkan suasana religius yang menyentuh hati para jamaah. Dengan penuh kekhusyukan, para peserta mengikuti setiap rangkaian acara sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat, keberkahan, keselamatan, dan pertolongan Allah SWT.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula tausiyah yang mengandung pesan mendalam tentang makna kehidupan. Salah satu pesan yang paling membekas adalah perumpamaan mengenai proses belajar manusia.
“Di sekolah kita memperoleh pelajaran, baru kemudian menghadapi ujian. Sedangkan dalam kehidupan, kita terlebih dahulu diuji, baru setelah itu memperoleh sebuah pelajaran.”
Pesan sederhana namun sarat makna tersebut mengingatkan seluruh jamaah bahwa setiap ujian hidup yang diberikan Allah SWT sesungguhnya bukanlah bentuk hukuman, melainkan proses pendidikan yang bertujuan membentuk pribadi yang lebih kuat, lebih sabar, lebih bijaksana, dan lebih dekat kepada Sang Pencipta.
Setiap kesulitan, cobaan, maupun tantangan kehidupan hendaknya disikapi dengan kesabaran, keikhlasan, serta keyakinan bahwa di balik setiap ujian terdapat hikmah yang akan menjadikan seseorang semakin dewasa dalam menjalani kehidupan.
Melalui majelis sholawat ini, jamaah juga diajak untuk senantiasa memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sholawat diyakini sebagai salah satu amalan yang mampu mendatangkan ketenangan hati, mempererat hubungan spiritual dengan Rasulullah SAW, serta menjadi sebab turunnya rahmat dan syafaat Allah SWT.
Selain itu, kebersamaan dalam majelis dzikir dan sholawat diharapkan mampu memperkuat persaudaraan antarsesama umat Islam tanpa membedakan asal daerah maupun latar belakang.
Dalam doa penutup, para ulama memohon kepada Allah SWT agar seluruh amal ibadah yang dilakukan menjadi sebab diangkatnya derajat kaum muslimin, diberikan kesehatan, keselamatan, umur yang penuh keberkahan, rezeki yang halal dan melimpah, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.
Doa juga dipanjatkan agar bangsa Indonesia senantiasa berada dalam keadaan aman, damai, dan mendapat lindungan Allah SWT.
Panitia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari para pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, aparat keamanan, relawan, hingga seluruh jamaah yang hadir dengan tertib dan penuh semangat.
Kehadiran ribuan jamaah dari berbagai wilayah menjadi bukti bahwa Majelis Istighotsah Sentral Jam’iyah Sholawat Ibrahimiyah terus menjadi wadah pemersatu umat dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat untuk terus meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan secara rutin ini, Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin berharap semangat cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW terus tumbuh di tengah masyarakat.
Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang diajarkan dalam setiap majelis diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga umat Islam mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan dengan hati yang tenang, iman yang kuat, serta keyakinan bahwa setiap ujian akan selalu diiringi pelajaran dan hikmah yang membawa kebaikan di dunia maupun di akhirat.
(MBS)
