Polres Nias Dinilai Lebih Sibuk Nobar Piala Dunia, Kasus Dugaan Pembunuhan Siswi SMK Terkesan Terabaikan
NIAS UTARA – Kinerja Polres Nias menuai kritik tajam dari masyarakat dan elemen organisasi. Ketua Elemen Muda Nias Utara (ELDARA), Silsilah K.P.A Halawa, S.H., C.PP, menilai kepolisian daerah itu lebih memprioritaskan kegiatan nonton bareng Piala Dunia ketimbang menangani secara serius kasus dugaan pembunuhan yang menimpa Agnis Jance Zebua, siswi SMK asal Kecamatan Alasa Talumuzoi.
Kritik itu disampaikan di tengah tingginya harapan publik agar kasus tersebut segera diungkap secara terang dan tuntas. Menurut Silsilah, selama ini yang terlihat ke permukaan justru aktivitas seremonial dan hiburan, bukan langkah nyata penyelidikan.
“Masyarakat sedang menunggu kepastian hukum soal kematian Agnis. Namun yang tampak justru kegiatan nobar Piala Dunia. Ini menimbulkan kesan bahwa Polres Nias lebih mementingkan hal-hal di luar tugas utama daripada mendalami kasus yang menjadi perhatian luas,” tegasnya, Senin.
Ia juga menyoroti kenyataan bahwa tim dari Polda Sumatera Utara harus turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendalaman dan olah TKP. Menurutnya, hal ini menjadi sinyal bahwa penanganan awal di tingkat Polres belum berjalan maksimal
“Jika sejak awal ditangani secara profesional dan transparan, kepercayaan masyarakat tidak akan merosot. Kehadiran tim Polda harus menjadi momen evaluasi, bukan justru diabaikan dengan kegiatan yang tidak mendesak,” ujar Silsilah.
ELDARA mendesak Polres Nias segera membuka informasi perkembangan kasus secara jelas kepada keluarga korban dan publik. Menurutnya, masyarakat tidak butuh pencitraan, melainkan keadilan dan hasil penyelidikan yang nyata.
“Jangan sampai hiburan didahulukan di atas nyawa anak bangsa. Keadilan untuk Agnis Jance Zebua harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pimpinan Polres Nias terkait kritik dan desakan tersebut.
(TIM/Redaksi)
