Cahaya Tauhid dan Semangat Kemandirian Menggema di Batang, Pelantikan JATMA ASWAJA Dihadiri PW Jatim dan Tokoh Nasional

IMG-20260504-WA0134
Spread the love

BATANGJAWA TENGAH — Gelombang semangat spiritual dan kebangkitan umat Islam menggema kuat dalam prosesi pelantikan pengurus JATMA ASWAJA Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung khidmat di Batang, Minggu (03/05/2026) siang.

Momentum ini tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi menjelma sebagai panggung besar konsolidasi umat dalam memperkuat nilai keislaman, kebangsaan, dan kemandirian ekonomi.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi acara dengan penuh antusias. Para ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta kader JATMA ASWAJA tampak larut dalam suasana religius yang sarat makna. Kehadiran tokoh kharismatik Habib Luthfi bin Yahya menjadi pusat perhatian sekaligus sumber inspirasi dalam mengarahkan gerak langkah organisasi ke depan.

Tak kalah penting, pelantikan JATMA ASWAJA Batang ini juga dihadiri secara langsung oleh Ketua PW JATMA ASWAJA Jawa Timur, Abuya Ahmad Yani Iliyin, beserta jajaran pengurusnya. Kehadiran rombongan dari Jawa Timur menambah kekuatan konsolidasi antarwilayah, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam membangun jaringan perjuangan umat yang solid dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Habib Luthfi menyampaikan pesan mendalam yang tidak hanya menyentuh dimensi spiritual, tetapi juga menggugah kesadaran kebangsaan. Dengan penuh keteduhan, beliau menegaskan pentingnya kalimat tauhid sebagai fondasi utama kehidupan umat.

“Kalimat Lailahaillallah itu bukan sekadar ucapan, tetapi cahaya yang membersihkan hati. Dari hati yang bersih, akan lahir kejernihan berpikir, kekuatan dalam bertindak, dan keberkahan dalam kehidupan,” tutur beliau di hadapan para hadirin.
Menurutnya, kekuatan umat Islam tidak semata terletak pada jumlah, melainkan pada kualitas hati dan kesadaran spiritual yang senantiasa terjaga. Ia menekankan pentingnya membiasakan dzikir serta meneladani sunnah Rasulullah SAW sebagai jalan membentuk karakter umat yang tangguh dan berakhlak mulia.

Lebih jauh, beliau mengaitkan kekuatan spiritual tersebut dengan masa depan bangsa. Indonesia, menurutnya, merupakan amanah besar dari Allah SWT yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh elemen masyarakat.

“Indonesia ini bukan sekadar tanah air, tetapi amanah. Di dalamnya ada kehormatan, harga diri, dan jati diri bangsa. Kita semua punya tanggung jawab menjaga dan merawatnya,” tegasnya.

Pesan persatuan juga menjadi sorotan utama. Habib Luthfi mengingatkan agar umat Islam senantiasa menjaga ukhuwah serta tidak mudah terprovokasi oleh perpecahan yang dapat merusak sendi-sendi kebangsaan.
Dalam pidatonya yang sarat makna, beliau turut menyinggung pentingnya peran umat dalam berbagai sektor kehidupan mulai dari pendidikan, pertanian, ekonomi, hingga ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa kejernihan hati akan melahirkan kecerdasan intelektual yang mampu mendorong kemajuan bangsa.

“Kalau hati sudah bersih, pikiran akan jernih. Dari situlah lahir ide-ide besar dalam ekonomi, pertanian, pendidikan, dan seluruh aspek kehidupan,” ungkapnya.

Sementara itu, kehadiran Abuya Ahmad Yani Iliyin bersama PW JATMA ASWAJA Jawa Timur menjadi simbol kuatnya sinergi lintas daerah.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan komitmen JATMA ASWAJA Jawa Timur untuk terus mendukung program-program strategis organisasi, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat dan memperluas dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat dan menyejukkan disampaikan kepada Maulana Habib Luthfi bin Yahya, disela ruangan khusus para tokoh-tokoh pengurus PB JATMA ASWAJA pusat sebelum acara dimulai.

Pelantikan JATMA ASWAJA di Batang ini membawa misi besar dalam mendorong kemandirian ekonomi umat. Salah satu program unggulan yang digaungkan adalah pengelolaan ribuan hektare lahan pertanian sebagai langkah konkret dalam menciptakan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan sinergi antara kekuatan spiritual dan program ekonomi yang terarah, JATMA ASWAJA optimistis mampu menjadi motor penggerak kebangkitan umat yang berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan penuh kekhusyukan, memohon keberkahan serta kekuatan dalam menjalankan amanah organisasi. Suasana haru menyelimuti seluruh hadirin, seakan menegaskan bahwa perjalanan JATMA ASWAJA ke depan bukan sekadar perjalanan organisasi, melainkan perjuangan besar untuk masa depan umat dan bangsa.

Pelantikan ini menjadi bukti nyata bahwa ketika dzikir, ilmu, dan semangat kebangsaan berpadu, maka akan lahir kekuatan besar yang mampu menerangi jalan menuju Indonesia yang mandiri, bermartabat, dan penuh keberkahan.

( MBS )