Dari Mbah hingga Mertua, Pengajian Desa Pingkuk Tekankan Bakti Keluarga
Magetan, Pingkuk Bendo – Pengajian Umum dalam rangka Halal Bihalal 1447 H yang diselenggarakan Pemerintah Desa Pingkuk pada Sabtu malam, 4 April 2026, berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan sarat makna. Bertempat di Lapangan Desa Pingkuk, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk kembali memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Pingkuk, Ajis Santoso. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen Halal Bihalal sebagai awal untuk memperbaiki hubungan, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Kharida Yogi Nomara Abrory menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya silaturahmi, khususnya kepada mbah (kakek-nenek), orang tua, dan mertua. Ia menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk nyata dari akhlak mulia dan wujud keimanan seorang hamba.
Berbakti kepada mbah menjadi simbol penghormatan kepada generasi yang telah lebih dahulu memberikan teladan kehidupan. Sementara itu, menjaga hubungan baik dengan orang tua adalah bentuk cinta dan rasa terima kasih atas segala pengorbanan yang telah diberikan tanpa pamrih.
Tidak kalah penting, hubungan harmonis dengan mertua juga menjadi kunci dalam membangun keluarga yang sakinah. Dengan sikap saling menghargai, menjaga tutur kata, dan menjalin komunikasi yang baik, silaturahmi dengan mertua dapat menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam rumah tangga.
“Silaturahmi yang dijaga dengan tulus akan membuka pintu rezeki, memperpanjang umur, dan menentramkan hati,” pesan beliau di hadapan jamaah.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir memadati lokasi acara. Selain mendengarkan tausiyah, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk saling bermaafan dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Pingkuk berharap nilai-nilai silaturahmi tidak hanya dijaga saat momen Idulfitri, tetapi terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kuatnya hubungan antara mbah, orang tua, mertua, dan seluruh keluarga, diharapkan tercipta masyarakat yang rukun, damai, dan penuh keberkahan.
(Yeko)
