Majelis Tholabul Ilmi Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin Gresik: Menata Hati, Menyambut Berkah Sholawat, Ilmu, dan Bakti Orang Tua
WRINGINANOM, GRESIK – Ratusan jamaah dari berbagai penjuru daerah larut dalam suasana dzikir dan sholawat di lingkungan Pondok Pesantren Internasional Al-Illiyin, Sumberwaru, Wringinanom, Gresik, Sabtu malam (24/01/2026).
Mereka hadir memenuhi panggilan ruhani dalam Majelis Istiqomah Pengaosan dan Sholawatan Tholabul Ilmi Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah yang di pimpin langsung Mursyid tunggal Abuya Ahmad Yani Iliyin, beliau juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren, hadir pimpinan yayasan Kyai Achmad Choirul yang biasa di sebut (Gus Irul), dihadiri juga tokoh-tokoh agama para Kyai Ponpes wilyah Jawa Timur. ini sebuah majelis yang menjadi ruang penyucian hati, peneguhan iman, serta pembinaan adab umat.
Sejak awal acara, lantunan sholawat Nabi SAW menggema menembus malam, mengalirkan ketenangan dan menghadirkan rasa kebersamaan yang hangat. Jamaah dari berbagai usia, santri, pemuda, orang tua hingga anak-anak, duduk bersimpuh dengan penuh adab, menyatukan niat untuk tholabul ilmi, mencari ridho Allah, dan menjemput keberkahan.
Dalam mauidhah hasanah, Beliau Abuya Mursyid Tunggal Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah menekankan bahwa inti pendidikan bukan semata kecerdasan, melainkan adab dan ketaatan. Anak-anak diajak untuk tumbuh dalam suasana sholat, hormat kepada orang tua, serta cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebab, ilmu tanpa adab akan kering makna, sementara ilmu yang disertai bakti akan menjadi cahaya penuntun kehidupan dunia hingga akhirat.
“Anak sholeh bukan hanya yang cerdas pikirannya, tetapi yang lembut hatinya, istiqomah sholatnya, dan tulus baktinya kepada orang tua,” dawuh beliau, disambut keheningan penuh penghayatan.

Majelis juga mengangkat tema reflektif “Di Antara Akal dan Syahwat: Mana yang Lebih Dominan” Jamaah diajak merenungi hakikat manusia sebagaimana nasihat Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah: bahwa manusia diberi dua bekal, akal dan syahwat. Bila akal yang dibimbing iman memimpin langkah, derajat manusia terangkat bersama para malaikat.
Namun bila syahwat menguasai, maka manusia terjatuh dalam kehinaan.
Pesan ini mengalir sebagai peringatan batin agar setiap pribadi menjaga sholat sebagai tiang agama dan benteng jiwa. Sholat ditegaskan sebagai kunci ketenangan, pengendali hawa nafsu, serta sumber kekuatan dalam menata kehidupan.
Majelis Tholabul Ilmi ini sekaligus menjadi penutup rangkaian amalan bulan Sya’ban, yang diisi dengan ijazahan khusus, penguatan sholawat, serta riyadhoh spiritual jamaah. Disampaikan pula bahwa majelis akan kembali digelar pada bulan Syawal mendatang, melanjutkan ikhtiar istiqomah dalam membina umat.
Dengan penuh kerendahan hati, panitia kembali mengajak masyarakat untuk terus meluangkan waktu hadir di majelis ilmu: menata niat, membersihkan hati, dan berharap rahmat Allah. Jamaah meyakini, pertemuan semacam ini adalah wasilah turunnya sakinah, mawaddah, dan barokah—bagi diri, keluarga, serta generasi penerus.
Malam itu ditutup dengan doa-doa khusyuk. Jamaah pun kembali ke rumah masing-masing membawa pesan yang menancap di relung hati: jangan tinggalkan sholat, muliakan orang tua, didik anak dengan adab, dan menangkan akal yang diterangi iman atas syahwat. Sebuah bekal ruhani sederhana, namun sarat makna, untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
(MBS/Yud)
