Rajab Dimuliakan Dengan Ilmu Dan Ibadah, Majelis Istiqomah Tholabul Ilmi Hadirkan Keberkahan

20251221_105918
Spread the love

WRINGINANOM GRESIK – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti pelaksanaan Majelis Istiqomah Pengajian dan Sholawatan Tholabul Ilmi Jam’iyyah Sholawat Ibrohimiyah dalam rangka menghidupkan malam pertama bulan Rajab, yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin, Dusun Sumberwaru RT 02 RW 03, Desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu malam (20/12/2025).

Berdasarkan dokumentasi foto dan siaran langsung YouTube, tampak ratusan jamaah memadati area majelis. Deretan masyayikh, kiai, dan asatidz duduk di panggung utama dengan latar belakang bertuliskan “Majelis Istiqomah Pengajian dan Sholawatan Tholabul Ilmi Jam’iyyah Sholawat Ibrohimiyah – Rutin Sabtu Malam Minggu”. Nuansa pesantren terasa kental, mempertemukan tradisi keilmuan, sholawat, dan adab Ahlussunnah wal Jama’ah.

Acara diawali dengan lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang menggema syahdu. Jamaah larut dalam dzikir, sholawat, dan doa, khususnya dengan niat menghidupkan malam 1 Rajab, salah satu malam istimewa dalam kalender hijriyah. Dalam suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan, majelis ini menjadi wasilah untuk memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW dan memperdalam ilmu agama.

Dalam mauidlah hasanah, para kiai menekankan keutamaan menghidupkan malam pertama bulan Rajab dengan ibadah dan tholabul ilmi. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam Kitab Durrotun Nasihin:
“Barangsiapa yang menghidupkan (dengan ibadah) malam pertama di bulan Rajab, maka hatinya tidak akan mati ketika hati-hati mati.

Allah akan menaburkan kebaikan dari atas kepalanya, dan ia keluar dari dosa-dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan. Bahkan, ia diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh ribu orang yang berdosa yang telah diwajibkan masuk neraka.”

Para penceramah menegaskan bahwa mengisi malam 1 Rajab dengan tholabul ilmi, dzikir, dan sholawat merupakan bagian dari ibadah yang memiliki fadhilah sangat besar. Selain sebagai bentuk taqarrub kepada Allah SWT, malam tersebut juga diyakini sebagai waktu yang mustajabah untuk memanjatkan doa, baik doa pribadi, keluarga, maupun untuk keselamatan umat dan bangsa.

“Rajab adalah bulan pembuka menuju Ramadhan. Siapa yang memuliakan Rajab dengan ilmu dan ibadah, insyaAllah akan dimudahkan untuk memuliakan bulan-bulan setelahnya,” ujar salah satu kiai dalam tausiyahnya, sebagaimana terekam dalam siaran langsung.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri jamaah secara langsung, tetapi juga disiarkan melalui platform YouTube, sehingga jamaah dari berbagai daerah dapat ikut menyimak pengajian, sholawatan, dan doa bersama.

Langkah ini menjadi bukti bahwa dakwah pesantren mampu beradaptasi dengan teknologi digital tanpa kehilangan ruh tradisi dan sanad keilmuan.

Panitia menyampaikan bahwa majelis Tholabul Ilmi akan terus digelar secara istiqomah sebagai ikhtiar menjaga tradisi keilmuan Islam, memperkuat akhlak umat, serta merawat nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Dari Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin, doa-doa dipanjatkan agar umat Islam senantiasa diberi keberkahan, keistiqomahan, dan keselamatan dunia akhirat.
(MBS)