Jawa Timur Ponpes Internasional AL-ILIYIN Hadir Dalam Acara Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal 102 Bus
JAKARTA – Ponpes Internasional Al-Iliyin hadir dalam rangka acara *Dzikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara* di Masjid Istiqlal Jakarta menerjunkan ratusan jama’ahnya dengan 102 rombongan Bus besar berisi ±50 Orang penumpang (1 bus) diantaranya 3 Bus khusus Pengurus Jatma Aswaja Jatim Untuk Jama’ah 99 Bus, jadi total 102 Bus yang di sediakan. berserta lebih dari 20 kendaraan pribadi yang berangkat untuk para jama’ah pondok pesantren Jam’iyah Sholawat Ibrohimiyah (JASSBRO).
Para Pengurus Jatma Aswaja jatim dan jama’ah sebelum di berangkatkan panitia dari Pondok Internasional Al-Iliyin berkumpul dahulu tepatnya Desa sumber waru kecamatan wringinanom kabupaten gresik jawa timur jam 19:00. Bertepatan hari pemberangkatan dengan rutinan pengajian, sebelumnya para jama’ah mengikuti dahulu kegiatan acara rutinan pengajiannya sampai selesai kemudian para rombongan diberangkatkan menuju Jakarta. Sabtu, 9 Agustus 2025 Jam (malam).

Rombongan Jawa timur dari Ponpes Internasional Al-Iliyin dalam acara Dzikir kebangsaan dan ikrar bela negara juga dihadiri para tokoh Habib, Kyai, Gus, Ibu Nyai, ikut serta pengurus Jatma Aswaja Jatim diantaranya : Habib Syech Muhammad Bilfaqih (madura) pengurus Rois Pw, KH. Imam Bukhori(jember) pengurus Sekertaris, KH. Faisol Izzuddin (Madiun) majelis Irzat wanna sihah. Dalam acara tersebut tidak di hadiri Presiden Prabowo dikarenakan ada agenda tugas negara yang tidak bisa di tinggalkan dan Beliau Abuya Achmad Yani Iliyin Pendiri, Pengasuh pondok pesantren Internasional Al-Iliyin dikarenakan keadaan perawatan pasca Operasi, Meskipun demikian beliau Memberikan dukungan support sepenuhnya untuk para pengurus Jatma Aswaja Jatim dan Jama’ahnya dalam pemberangkatan ke Jakarta.
Dalam acara Dzikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara beliau Habib Lutfi Bin Yahya menyampaikan dengan tegas hendaknya kita semua sebagai warga masyarakat Indonesia untuk rapatkan barisan untuk memperkuat persatuan kesatuan dari perpecahan anak Bangsa. Juga Sebagai bentuk kita semua cinta tanah air Indonesia. Giat acara ini dipimpin langsung oleh ketua umum Jatma Aswaja Pusat Jam’iyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah Alhusnnah Wal Jamaah (PB Jatma Aswaja) Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau sering disapa Habib Luthfi bin Yahya di Masjid Istiqlal Jakarta.

Dalam pidatonya beliau Habib Lutfi Bin Yahya “Hendaklah kita semua rakyat Indonesia bersama-sama kuatkan persatuan dan kesatuan bangsa di Republik Indonesia tercinta ini dari perpecahan anak bangsa, waspada terhadap berita hoax, fitnah, dengki, adu domba dan lain-lain yang bertujuan membuat negara kita Indonesia hancur perang saudara, maka dengan acara Dzikir pagi dan Ikrar Bela Negara mari kita semua peduli menjaga ini dengan sebaiknya,” Kata beliau Habib Lutfi Bin Yahya dengan sangat Bersemangat berapi-api.
Para undangan acara tersebut juga di hadiri para menteri diantaranya, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Menteri Agama, Zulkifli Hasan menteri perdagangan, Fadlizon menteri kebudayaan, Nusron wahid Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Dan Abdul kadir Karding menteri perlindungan pekerja migran, tokoh lintas agama Kristen, Katolik, Budha Hindu, Khonghucu. Ada pula tokoh dari segara sahabat Selangor Dato Sri Aminundin, dari luar negeri Usamah Sayyid Al-Azhari Menteri Wakaf Mesir, Mufti Rusia Arif Sultan margomedov.

Masjid Istiqlal membeludak dihadiri para jama’ah puluhan ribu (±50 ribu) orang lebih dari yang di perkirakan kata Sekretaris Jenderal JATMA Aswaja adalah Dr. KH. A. Helmy Faishal Zaini, M.Si Saat membuka acara dengan bangga menyampaikan suksesnya dukungan dari masyarakat atas Dzikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara juga pengukuhan pengurus Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahussunnah wal jamaah (Jatma Aswaja),
Acara Dzikir kebangsaan dan Ikrar Bela Negara sukses dengan dukungan antusias warga masyarakat juga para Jama’ah pondok pesantren, hal ini memberikan optimisme Habib Lutfi Bin Yahya membawa Jatma Aswaja tidak hanya di Indonesia sendiri bahkan ke Dunia seperti misi visinya, men-thoriqohkan sampai mendunia. Diakhiri dengan antusias bersholawat dipimpin Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf Assegaf.
{MBS}
