RSUD Dr. Sayidiman Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Lewat Inovasi Digital dan Edukasi

Spread the love

MAGETAN – Komitmen RSUD Dr. Sayidiman Magetan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan publik terus dibuktikan. Kali ini, rumah sakit kebanggaan warga Magetan itu ikut ambil bagian dalam ajang Inoda Award 2025 yang digelar oleh Bappeda dan Litbang Kabupaten Magetan sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi daerah.

Melalui ajang Penilaian Tahap II Presentasi dan Demonstrasi, RSUD menampilkan tiga inovasi unggulan yang dirancang untuk menjawab tantangan layanan kesehatan modern.

“Kami hadirkan tiga program inovatif, yakni Laskar IGD (Layanan Pasca Rawat di Instalasi Gawat Darurat), SINTA (Sistem Informasi Nilai Kritis Terlapor Akurat), serta E-Learning berbasis Problem Based Learning untuk penguatan SDM rumah sakit,” ungkap Rochmat Santoso, Direktur RSUD dr. Sayidiman, melalui Humas dan Promkes, Selasa (17/4/2025).

Inovasi Laskar IGD misalnya, hadir sebagai sistem layanan lanjutan pasca rawat darurat, agar pasien tetap mendapatkan pemantauan optimal setelah keluar dari IGD. Sementara itu, SINTA dikembangkan untuk menjamin kecepatan dan akurasi pelaporan nilai-nilai kritis hasil pemeriksaan laboratorium, demi penanganan medis yang lebih cepat dan tepat.

Tak kalah penting, E-Learning berbasis Problem Based Learning menjadi terobosan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan secara mandiri, efektif, dan berkelanjutan.

“Ketiga program ini tidak hanya mendukung indeks inovasi daerah, tetapi juga memperkuat pelayanan publik kami yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien,” imbuhnya.

Dengan inovasi berkelanjutan ini, RSUD dr. Sayidiman ingin menunjukkan bahwa transformasi layanan kesehatan harus dimulai dari semangat perubahan internal. Upaya ini juga sejalan dengan visi Kabupaten Magetan sebagai daerah yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

(Jabrik)