Bupati Malaka Hargai Langkah Penyelesaian Masalah Secara Kekeluargaan
libasmalaka.com- Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas upaya damai penyelesaian masalah secara kekeluargaan yang diambil Kabag Prokopim Setda Malaka dengan salah satu staf pada Bagian Administrasi Pembangunan Setda Malaka.
Ketika dikonfirmasi di kediamannya, Minggu, 18 September 2022, terkait persoalan ini, Bupati Malaka yang juga Doktor Hukum Pidana tersebut mengemukakan tindakan dan upaya yang diambil oleh kedua belah pihak itu sesuai dengan teori yang dikemukakan Geradus Petrus Hoefnagels, Ahli Hukum Belanda dan mantan Hakim Agung yang dalam bukunya The Other Side of Criminology an Inversion of the Concept of Crime.
Dalam buku itu dikatakan, penanggulangan kejahatan dapat ditempuh dengan pertama, penerapan hukum pidana (criminal law application), kedua, pencegahan tanpa pidana (prevention without punishment) dan ketiga, mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai kejahatan dan pemidanaan melalui media massa.
\”Intinya, terhadap kasus pidana dan sesuai perkembangannya zaman sekarang, penyelesaian masalah tidak harus melalui aplication of law (penerapan hukum) tapi juga melalui pencegahan tanpa pidana, dengan pendekatan keadilan yang bersifat humanis sambil menjaga balansitas antara pelaku dan korban, seperti yang terjadi pada Kabag Prokopim dan salah satu staf ASN itu,\” tandas penulis buku Hukum Pajak Indonesia ini
\”Dalam penyelesaian masalah atau kasus ini pun nilai-nilai persaudaraan dan kekeluargaan mesti ditonjolkan,\” tambahnya.
Doktor Hukum Internasional tamatan Universitas Brawijaya Malang ini lantas mengutarakan, penyelesaian pidana di luar pengadilan pun, secara filosofis bisa dilihat dalam Sila ke-4 Pancasila dengan kata kuncinya musyawarah mufakat.
\”Di sini yang diutamakan adalah adanya mediasi, adanya musyawarah mufakat atau rapat kekeluargan dalam menyelesaikan suatu persoalan,\” ungkap mantan Kaprodi Magister Ilmu Hukum Pidana Universitas Warmadewa Bali ini.
Bahkan, secara gambang salah seorang Advokat senior di Pulau Dewata ini menuturkan salah satu program kerja Bupati dan Wakil Bupati Malaka adalah memperkokoh adat istiadat.
\”Terjemahan secara eksplisit dalam kehidupan harian kita di Malaka adalah upaya saling menghargai, saling menghormati, hakneter malu, hafolin malu. Inilah budaya kita yang sesungguhnya sejak nenek moyang,\”
Menyoroti lagi kasus antara Kabag Prokopim Setda Malaka dan salah seorang staf itu, diketahui pelaku sudah memohon maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya, sehingga upaya damai sudah ditempuh antara kedua belah pihak yang berlangsung di Mapolres Malaka.
\”Bagi saya, ini sudah hukum yang tertinggi. Jika dibawa dalam konteks agama pun, kita selalu diajarkan hukum cinta kasih agar saling mengasihi dan mengampuni, sementara budaya kita juga mengijinkan hal yang sama untuk saling mengasihi dan mengampuni itu,\” ujar Bupati SN
Ditanya, bagaimana hubungannya dengan pekerjaan, Bupati Simon Nahak yang selalu tampil low profile ini mengatakan, dalam kasus seperti ini pasti akan dilihat status hukumnya.
\”Kalau statusnya ditangkap, ditahan atau dipenjara tentu saya tidak akan main-main, tapi kalau sudah diselesaikan secara kekeluargaan, tentu saya harus hargai itu,\” tutupnya.
Seperti diketahui, permasalahan antara Kabag Prokopim Setda Malaka Ahmad Nenometa dengan salah satu staf ASN di Malaka, Bonefasius Seran sudah dilakukan mediasi dan kedua belah pihak sudah berdamai di Mapolres Malaka pada hari Sabtu, (17/9/2022) lalu.(*red)
