Anggota Polres Malaka Dukung Program Pemda Jadi Contoh Budidaya Melon & Raih Keuntungan Puluhan Juta

0
Spread the love

libasmalaka.com -Yusuf Desanto Lonis dan  Novarius Nana patut dijadikan contoh mendukung program pemerintah kabupaten malaka yaitu tentang Swasembada Pangan berhasil mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah Malaka dengan sukses menanam melon.Tak tanggung tanggung,  melalui usaha sampingan ini, mereka berdua meraup keuntungan  puluhan juta rupiah hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

Menariknya, Yusuf Desanto Lonis dan  Novarius Nana merupakan dua anggota polisi di wilayah hukum Polres Malaka dengan pangkat Briptu.

Meski memiliki pekerjaan tetap sebagai anggota kepolisian, namun keduanya justru  tidak  merasa gengsi bila bekerja sampingan sebagai petani melon.

Brigpol Yusuf Desanto Lonis kepada media ini, Sabtu( 23/10/2021) via WhatsApp mengatakan, budidaya  melon untuk sementara  menjadi prioritas usaha sampingannya. Melalui budidaya tanaman melon ini ia mengaku sudah memanen sebanyak dua (2) kali, dan meraup keuntungan puluhan juta rupiah.

Keuntungan yang diraih berkat planning marketing yang matang; baik itu dari tahap  persiapan lahan, semaian bibit sehingga pada saat memanen ia  tidak kewalahan untuk mendistribusikan ke market-market.

Bagi Yusuf Desanto Lonis, pilihan menjadi pembudidaya tanaman melon selain sebagai usaha sampingan,   tetapi juga  sebagai tempat untuk menyalurkan hobi dan budaya orang Malaka.

Selain daripada itu, ia ingin menunjukkan kepada generasi muda/mudi  zaman sekarang bahwa Malaka mempunyai  potensi pertanian yang luar biasa. Oleh karena itu, dibutuhkan insight dan mindset generasi muda untuk mendedikasikan dirinya bekerja sebagai petani milenial guna mengoptimalkan potensi daerah.

Melalui langkah kecil dan sederhana yang dilakukan untuk memanfaatkan waktu luang menjadi petani melon ini, ujarnya, kiranya menjadi motivasi bagi generasi muda agar tidak malas di daerah sendiri.

\” Lahan tidur masih banyak, tinggal bagaimana kita berpikir untuk mengolahnya sehingga tidak merantau jauh ke luar NTT untuk mengais rezeki,\” ucapnya.

Dirinya juga mengajak generasi muda untuk bercocok tanam sebab  tidak semua sarjana duduk di kantor.

\”Mari bertani dan terus mengembangkan pertanian di Malaka.  Tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa orang Malaka bisa sukses di bidang pertanian. Intinya tekun bekerja dan tidak boleh malas,\”  pungkasnya. ( Jo-CR3 / LT )

Tinggalkan Balasan