Jum. Sep 25th, 2020

Dan Satgas Sektor Barat Motamasin Amankan Misa Natal Dapat Penyerahan Senjata Api Dari Warga

BETUN.libasmalak.com-Dansatgas Yonif Mekanis 741 Garuda Nusantara Mayor Inf Hendra Saputra, Melalui Komandan Kompi Tempur – III Kapten Infanteri Sulaiman Siregar  Kepada Media ini Menjelaskan Terkait Penyerahan Senjata Api Laras Panjang oleh Warga Desa Alas Minggu (30/12/18)

Dikatakan “hari  Rabu tanggal 26 Desember 2018
Menugaskan  5 (Lima) personel Pos Motamasin Bagian kesehatan  Serda Hebron Yoga Fanghestu

untuk melaksanakan Pengamanan misa Natal di Kapela Santo Yosep Dusun Metamauk Desa Alas Selatan Kecamatan Kobalima Timur Kabupaten Malaka yang Dipimpin oleh Serda Hebron Yoga Fanghestu bersama 4 (Empat) personel berangkat menggunakan kendaraan truk.

Sekitar Pukul 10.05 Wita Serda Hebron Yoga Fanghestu berkenalan dengan salah seorang masyarakat yang sedang melaksanakan Ibadah yang bernama Bapak Berek Karlus (65 Tahun / Petani ) selanjutnya berbincang – bincang dengan Serda Hebron Yoga Fanghestu beserta 4 (Empat) personel lainnya. Dikarenakan Serda Hebron Yoga Fanghestu adalah personel kesehatan Pos Motamasin, Bapak Berek Karlus menawarkan untuk berkunjungan kerumahnya dikarenakan Istri dari Bapak Berek Karlus sedang mengalami sakit dan tidak dapat melaksanan Ibadah Natal, kemudian Serda Hebron Yoga Fanghestu melaporkan kepada Dankipur – III Kapten Inf Sulaiman Siregar terlebih dahulu

dikarenakan pada saat itu sedang melaksanakan pengamanan Misa Natal, kemudian Bapak Berek Karlus menyampaikan alamat rumahnya yang beralamat di Dusun Metamauk Desa Alas Selatan Kecamatan Kobalima Timur Kabupaten Malaka  sekitar 3 (Tiga) Kilometer dari Kapela Santo Yosep.

Serda Hebron Yoga Fanghestu kembali menuju Pos Motamasin untuk melaporkan kegiatan Pengamanan Natal di Kapela Santo Yosep dan melaporkan kondisi Istri dari Bapak Berek Karlus ,lalu Dankipur – III Kapten Inf Sulaiman Siregar memerintahkan  Serda Hebron Yoga Fanghestu keesokan hari untuk datang ke rumah Bapak Berek Karlus.
Pada hari Kamis tanggal 27 Desember 2018

Pukul 07.15 Wita Serda Hebron Yoga Fanghestu, Pratu Syaifulloh, Pratu Bani Battiar, Prada Ahmad kurniawan dan Prada Hendrik Desmayana berangkat menuju rumah Bapak Berek Karlus dengan menggunakan kendaraan truk.

Setelah sampai dirumah Bapak Berek Karlus kemudian Serda Hebron Yoga Fanghestu dan Pratu Syaifulloh langsung mengecek keadaan Istri dari Bapak Berek Karlus yang sedang sakit kemudian Bapak Berek Karlus berbincang – bincang dengan dengan Pratu Bani Battiar, Prada Ahmad kurniawan dan Prada Hendrik Desmayana.

Dalam perbincangan tersebut, Bapak Berek Karlus mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran dan pertolongan yang telah diberikan kepadanya.

Pratu Bani Battiar memberikan 1 (Satu) Kantong benih Sayur Sawi kepada Bapak Berek Karlus untuk digunakan dalam kegiatan bertani sehingga hasilnya dapat digunakan oleh Bapak Berek Karlus atau digunakan untuk hal lainnya.

Serda Hebron Yoga Fanghestu dan Pratu Syaifulloh telah selesai mengobati Istri dari Bapak Berek Karlus kemudian Serda Hebron Yoga Fanghestu memberikan obat yang harus dikonsumsi agar kondisi istri Bapak Berek Karlus semakin membaik.

Setelah itu berbincang – bincang tentang pekerjaan dari Bapak Berek Karlus pada saat itu Bapak Berek Karlus menyampaikan jika berkenan Serda Hebron Yoga Fanghestu untuk mengecek kondisi kaki kirinya dikarenakan pernah kejatuhan benda tumpul setelah di cek oleh Serda Hebron Yoga Fanghestu, Kaki kiri Bapak Berek Karlus mengalami bengkak dan jika ditekan terasa sakit lalu tanpa disengaja,

Bapak Berek mengucapkan bahwa sebenarnya kaki Bapak Berek Karlus kejatuhan laras senjata api saat akan mengambilnya diatas plafon atau rangka atas rumahnya sekitar 1 (Satu) Bulan yang lalu. Mendengar hal tersebut, Pratu Syaifulloh menyakinkan kembali dengan menanyakannya apakah senjata tersebut masih disimpan oleh Bapak Berek Karlus menyampaikan senjata api tersebut masih ada dan simpan dibawah tempat tidur dikamarnya kemudian Pratu Syaifulloh menyampaikan dengan memberi pemahaman mengenai penyimpanan senjata api oleh masyarakat sipil dan keamanan keluarganya kemudian Bapak Berek Karlus menyampaikan bahwa senjata api tersebut didapatkan dari orang tuanya yang telah meninggal dunia lalu Pratu Syaifulloh menyampaikan jika berkenan,

senjata api tersebut agar diserahkan kepadanya untuk diamanakan di pos  Kemudian Bapak Berek Karlus menyampaikan belum berkenan untuk memberikan senjata api tersebut beberapa saat kemudian Serda Hebron Yoga Fanghestu menyampaikan jika bersedia dapat disampaikan ke personel Pos Motamasin agar terhindar dari permasalahan dan bahaya penyimpanan senjata api oleh masyarakat sipil.

Kemudian Serda Hebron Yoga Fanghestu, Pratu Syaifulloh, Pratu Bani Battiar, Prada Ahmad kurniawan dan Prada Hendrik Desmayana berpamitan untuk kembali ke Pos Motamasin , Bapak Berek Karlus menyampaikan banyak terimakasih atas bantuan pengobatan dan akan memikirkan kembali atas ucapan dari Pratu Syaifulloh bersama dengan Istrinya.

Pukul 12.10 Wita Serda Hebron Yoga Fanghestu, Pratu Syaifulloh, Pratu Bani Battiar, Prada Ahmad kurniawan dan Prada Hendrik Desmayana telah sampai di Pos Motamasin kemudian melaporkan hal menonjol tentang penyimpanan senjata api oleh Bapak Berek Karlus kepada Dankipur – III Kapten Inf Sulaiman Siregar.

Pada hari Sabtu tanggal 29 Desember 2018 :
Pukul 08.05 Wita Dankipur – III Kapten Inf Sulaiman Siregar bersama dengan Pratu Syaifulloh, Pratu Bani Battiar, Prada Ahmad kurniawan dan Prada Hendrik Desmayana berangkat menuju rumah Bapak Berek Karlus untuk melaksanakan anjangsana untuk menindaklanjuti informasi penyimpanan senjata api.

Pukul 08.35 Wita Dankipur – III Kapten Inf Sulaiman Siregar bersama dengan Pratu Syaifulloh, Pratu Bani Battiar, Prada Ahmad kurniawan dan Prada Hendrik Desmayana telah sampai dirumah Bapak Berek Karlus kemudian Dankipur – III Kapten Inf Sulaiman Siregar memperkenalkan diri kepada Bapak Berek Karlus beberapa saat kemudian Dankipur – III Kapten Inf Sulaiman Siregar menjelaskan kembali pemahaman mengenai penyimpanan senjata api oleh masyarakat sipil dan keamanan keluarganya.

Pukul 10.00 Wita setelah mendapatkan pertimbangan keamanan dan saran dari Istri Bapak Berek Karlus bersedia menyerahkan senjata api tersebut kepada personel Pos Motamasin kemudian Bapak Berek Karlos bersedia menyerahkan 1 (Satu) pucuk senjata api jenis Springfield secara sukarela kepada Pratu Syaifulloh disaksikan oleh Kapten Inf Sulaiman Siregar, Pratu Syaifulloh, Pratu Bani Battiar, Prada Ahmad kurniawan dan Prada Hendrik Desmayana. Pungkas Danki Seregar Kepada Media ini .

error: Ketahuan lo Mau Copi Paste Yaa
%d blogger menyukai ini: