Bupati Malaka. DPRD Dan SKPD Fokus Dibidang Pertanian

Betun.libasmalaka.com-Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran meminta kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Malaka serta pimpinan Perangkat Daerah supaya tetap fokus dibidang pertanian.

Pasalnya, satu-satunya kapital yang dimiliki rakyat Malaka hanya tanah dan hal itu sebagai satu-satunya kapital yang bisa memberikan sumber penghasilan ekonomi bila dikembangkan bidang pertanian. Penegasan itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam Pembukaan Sidang III DPRD Kabupaten Malaka di Betun, Senin (19/11-2018) malam

“Saya minta kepada kita semuanya yang hadir disini untuk memberikan perhatian dibidang pertanian. Kalau tidak maka rakyat kita akan kesulitan dibidang ekonomi karena sumber kapital rakyat kita satu-satunya adalah tanah”.

“Kalau tanah kita tidak dioptimalkan untuk tanaman produktif dan tanaman pangan maka rakyat tidak akan mendapatkan sumber penghasilan dari bidang lain karena kita tidak punya pabrik. Kita punya laut tetapi tidak punya kapal ikan.
Satu-satunya harapan kita dibidang pertanian dan sedikit dibidang peternakan dan perikanan”.

‘Saya harap supaya bidang pertanian tetap diperhatikan. Kalau ada kajian-kajian studi lapangan dari eksekutif dan legislatif supaya tetap fokus pada bidang pertanian supaya kapabilitas keilmuan yang dimiliki dapat dituangkan dalam program kegiatan yang bermanfaat untuk rakyat”.

“Saya harap tahun 2019 kalau ada kaji banding dari DPRD, Pejabat Daerah dan Kepala Desa supaya diarahkan ke bidang pertanian, peternakan dan perikanan supaya kita memiliki kemampuan pandang, kemampuan nalar yang tinggi sehingga kita bisa menterjemahkan dan mengolah daerah ini dengan baik karena hanya satu-satunya yang bisa mengangkat perekonomian rakyat Malaka adalah dibidang pertanian”.

“Saya mau ingatkan kita di forum yang terhormat ini. Tidak ada sesuatu yang dibuat langsung sempurna. Tidak ada sesuatu yang dibuat tanpa cacat. Tidak ada sesuatu yang didapat dengan hanya berpangku tangan. Itu tidak ada.
Sesuatu yang kita peroleh harus kita berjuang dan bekerja sama”.

“Memang banyak yang belum pengalaman sehingga tidak memahami tentang seluk beluk memperjuangkan sesuatu yang baru yang belum pernah ada.
Karena satu orang bisa menemukan seribu kesalahan tetapi seribu orang belum tentu dapat memperbaiki satu kesalahan”.

“Saya berharap supaya program prioritas RPM kedepan semakin diperluas, semakin dipertajam , semakin diperdalam dan semakin dipertinggi”.

“Mana kala kita menemukan hal-hal di lapangan yang kurang beres tolong tawarkan konsepnya menurut bapak ibu baiknya seperti apa.
Jangan hanya kritik, jangan hanya mengomel tanpa ada usaha dan solusi”.

“Saya berharap kita bersama – sama kerja untuk rakyat karena daerah ini daerah yang subur”.

“Beberapa waktu lalu pada saat panen bawang merah semua pada ribut . Kenapa tanam bawang banyak dan harganya turun. Orang yang menyampaikan seperti ini berarti mereka tidak mengetahui ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi itu ada suplay dan demand. Itu rumus yang semua orang sudah tahu”.

“Yang harus dipertanyakan kenapa kabupaten Malaka yang dulu bagian dari Belu kog baru dua tahun ini baru menghasilkan bawang. Sebelumnya kenapa tidak menghasilkan ? Kemana para pengkritisi, kemana para orang pintar yang hebat dan mempersoalkan hal ini?”


” Saya berharap kepada pimpinan DPRD, anggota DPRD dan kepala Perangkat Daerah serta seluruh masyarakat, mari kita bersatu dan bergandengan tangan melihat ini dengan jernih dan lihat dengan baik supaya rakyat kita dalam kurun waktu 25 hingga 50 tahun, kalau kita fokus dibidang pertanian maka rakyat kita bisa makmur dan sejahtera melalui bidang pertanian”. (bud)

%d blogger menyukai ini: