Test CPNS 2018  Melunturkan Kepercayaan Orang Tua Terhadap Eksistensi Perguruan Tinggi.

Betun.libasmalaka.com-Para Rektor Perguruan Tinggi diseluruh Indonesia dan Tim Akreditasi Perguruan Tinggi harus ikut bertanggungjawab terhadap anjloknya kelulusan test CPNS 2018 yang digelar Pemerintah.

Bagaimana peserta test CPNS sesuai persyaratan Pemerintah pusat minimal lulusan S1 dari Perguruan Tinggi yang terakreditasi tidak lulus dalam test yang digelar pemerintah.

Kita minta kepada aparat berwenang dan KPK melakukan pemeriksaan terkait masalah ini sehingga tidak merugikan rakyat banyak.

Penegasan itu disampaikan Orang Tua Peserta Test di Kabupaten Malaka, David  Bunga kepada wartawan disela pelaksanaan test CPNS di Kantor Bupati Malaka,Rabu (7/11-2018).

Dikatakannya, melalui test CPNS tahun 2018 melinturkan kepercayaan orang tua terhadap eksistensi perguruan tinggi

“Kita juga mempertanyakan kinerja Tim Akreditasi Perguruan Tinggi yang selama ini melakukan akrediasi di perguruan tinggi ternyata hasilnya hanya seperti ini dan sangat mengecewakan orang tua peserta test”.

“Sebagai orang tua peserta test kita minta lembaga berwenang dan KPK untuk periksa seluruh rektor Perguruan Tinggi dan Tim Akreditasi yang selama ini bekerja karena hanya menghabiskan uang negara tanpa memberikan hasil yang signifikan dalam test tahun ini”

“Kualitas pendidikan kita sangat memperhatikan. Para Rektor harus bertanggung jawab terhadap out put pendidikan di Perguruan Tinggi karena sudah terakreditasipun hasilnya sangat mengecewakan masyarakat dengan hasil test seperti yang dialami saat ini” .

“Kita pertanyakan rektor di seluruh Indonesia . Kami menuntut pertanggungjawaban bapak-bapak karena dengan test ini ketahuan karena hasilnya sangat mengecewakan kita semua”

” Kita sudah cape sekolakan anak-anak dengan biaya yang tidak sedikit dan sudah diwisuda tetapi hanya menuai kekecewaan melihat hasil test seperti saat ini”.

” Kami juga petanyakan kinerja Tim Akreditasi, dimana kualitasmu? .Perguruan Tinggi sudah diakreditasi tetapi hasilnya dimana? Tolong kami orang tua jangan dibohongi dengan hasil test seperti ini”.

Gabriel Lau, Salah satu orang tua peserta test CPNS asal desa Lakekun Barat -Kecamatan Kobalima-Kabupaten Malaka mengatakan sangat kecewa dengan hasil test hari ini.

“Anak saya disekolahkan jauh-jauh di Surabaya untuk kuliah bidan dan lulus di wisuda tetapi untuk ikut test hari ini seolah tidak berdaya. Lantas yang salah siapa? ”

“Para Rektor dan Tim Akrediasi Perguruan Tinggi harus bisa menjelaskan dan bertanggung jawab atas anjloknya nilai Test CPNS yang merosot dimana-mana (Bud)