Darius Deligius Anisius Asala Kecamatan Laenmanen dan Feri Krisantus Seran Asal Webriamata LolosbTes Cpns Hari Ketiga

Betun- libasmalaka Darius Deligius Anisius Un (25 thn) peserta test asal Abat Bot- Desa Bonibais-Kecamatan Laenmanen salah satu peserta yang lolos test CPNS yang digelar di Aula Kantor Bupati Malaka, Selasa (6/11-2018)

Anisius yang melamar dalam jabatan guru kelas ahli pertama berhasil melewati passing grade TWK 95, TIU 80 dan TKP 143 dalam ujian sesi ke 2 yang digelar hari ini.

Lulusan PGSD Undana tahun 2016 itu mengatakan dalam menghadapi seleksi ini dirinya menyiapkan diri sejak pendafaran dengan latihab mengerjakan soal aplikasi Cat dan buku bacaan wajib CPNS dan buku special tes CPNS dimana disana ada materi, Soal latihan dan pembahasan.

CPNS yang melamar di SDI Oenaek itu mengatakan sangat senang bisa berhasil dalam test ini.

“Sebelum masuk ruangan saya grogi tetapi setelah di ruangan setelah berdoa saya lebih tenang dan bisa mengerjakan soal ujian dengan baik”

“Saya berterima kasih kepada Tuhan dan kedua orang tua dan adik-adik di rumah yang sudah mendukung dengan doa sehingga saya bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.

Terpish Asisten administasi umum setda malaka AS 2 .Yosep Parera ternyata bahwa dihari ketiga ini pada sesen kedua Ada satu yang lolos Cpns kita beryukur sudah seribu lebih yang mengikuti ujian ini lambat tapi pasti kita bisa capai

Harapan saya untuk yang blm mendapatkan giliran harus banyak belajar dan membaca.

Feri Krisantus Seran Asal Webriamata Peserta Keempat Lolos Tes di Malaka
Betun-Feri Krisantus Seran, peserta test CPNS asal desa Webriamata -Kecamatan Wewiku mencacatkan diri sebagai peserta keempat yang lolos seleksi CPNS sesi ke 3 hari ke 3 di Malala, Selasa (6/11-2018).

Heri dinyatakan lolos dan melewati passing grade masing-masing, TWK 115, TIU 80, TKP 144 dengan total nilai 339.

“Saya senang bisa lolos hari ini dan tidak ada resep khusus buat saya dalam ujian ini”

“Selama ini saya belajar dari aplicasi CAT untuk latihan mengerjakan soal dan melatih ketepatan waktu”

“Soal yang ada memang cukup panjang sehingga menyita waktu untuk membaca. Saya bersyukur bisa melewati masa-masa kritis selama mengerjakan soal”

“Tidak ada strategi khusus selama mengerjakan soal. Saya kerja mulai no 1 hingga no terakhir secara berurutan dan saya senang sekali bisa lolos

%d blogger menyukai ini: