Polisi Gadungan diringkus Anggota Polres Belu

ATAMBUA,libasmalaka.com -Tim Unit Buru Sergap (Buser) Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Belu berhasil meringkus polisi gadungan bernama Yohanes Bria Seran di Dusun Asulait Desa Sarabao Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu

pengakuan polosi gadungan ini saat interogasi di Markas Polres Belu, mengakui dirinya berasal dari Desa Raimataus Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka

Saat ini, Yohanes polisi gadungan ini berdomisili di sekitar ruas jalan km 2 Kelurahan Lidak Kecamatan Atambua Selatan.

Yohanes juga mengaku sudah menikah dengan salah seorang perempuan dan tinggal di Dusun Asulait Kecamatan Tasifeto Timur. Dia membantah semua aktivitasnya yang suka menodong dan memeras warga dengan mengatasnamakan dirinya sebagai anggota polisi tamatan Akademi Kepolisian (AKPOL) Tahun 2006.

Padahal dia tidak hanya memeras, Yohanes juga mengancam warga. Sehingga, warga mengeluh karena perbuatannya sangat meresahkan, sehingga dilaporkan warga ke Polres Belu, Selasa (4/9) kemarin

Tim Buser di bawah komando, Ipda Roy Sukmayani mengatakan tim Buser langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyergapan usai menerima laporan masyarakat.

Saat penyergapan, Selasa (4/9) sekitar pukul 15. 30 Wita,
Yohanes sempat melarikan diri lewat pintu belakang rumah di Dusun Asulait, sehingga terjadi aksi saling kejar-mengejar dengan tim Buser.

Tim Buser melepaskan tembakan peringatan untuk menangkap Yohanes. Namun, tidak memghiraukan tembakan peringatan itu

Yohanes terus berlari hingga sebuah jurang yang terletak di belakang kawasan pemukiman warga

Tim Buser yang melakukan penyergapan di antaranya Bripka Ferdi Saku, Brigpol Elyas Martins Dias, Brigpol Apolinarius Nuwe, Brigpol Antonius Nonis, Briptu Nando Bere Laka, Briptu Esa Telik, Briptu Awal Koli, Brigpol Charles Lapudoo. Tim Buser berhasil ditangkap dan dibawa  ke Markas Polres Belu  diterima Kaur Bin Ops Satreskrim, Ipda Rey Artika dan Kanit Tipikor, Ipda Jordy Rahman, kemarin sekitar pukul 15. 50 Wita.

Kepada wartawan medi ini KBO Kaur Binops Iptu Rey Artika menjelaskan “oknum yang mengatasnamakan polisi akan diminta keterangan. Menurutnya, jika ditemukan unsur-unsur pengancaman saat pengambilan keterangan, maka segera dilakukan proses hukum. Sesuai pengaduan warga, kata Ipda Rey Artika yang bersangkutan memiliki dua buah senjata api laras pendek. Penyidik akan melakukan penelusuran soal keberadaan dua pucuk senjata tersebut.(Budiman)