Anggota KPK Tertangkap Kamera Wartawan. Naik Mobil Pemkab Rote ndao

Laporan Wartawan Dance henukh Rote Ndao.

ROTE NDAO,libasmalaka.com-Terciduk kamera wartawan saat anggota KPK   Devisi bidang Pencegahan Pemberantasan Korupsi (KPK) Nanang Mulyono dan Arif Rachman Waluyo Kasatgas Wilayah 6 Korsupgah KPK,

berkunjungung ke kabupaten Rote Ndao, Bukan hanya menggunakan mobil dinas pemkab rote ndao, tapi  dua anggota kpk ini  sempat bertemu Bupati Leonard Haning dan sejumlah OPD nya  untuk melakukan pembahasan tentang upaya pencegahan sekaligus pemberantasan korupsi di ruang kerja bupati rote ndao dan setelah itu mereka  keluar dari ruangan bupati rote ndao, menuju kantor DPRD Rote Ndao untuk melakukan pembahasan bersama para anggota DPRD pada Senin kemaren 3/8.

Usai pertemuan dengan Bupati Rote Ndao, di Kantor Bupati Rote Ndao, Kecamatan Lobalain, tepat pukul   12 : 59 dua Anggota Kpk Nanang mulyana dan Arif Rachman Waluyo terlihat memasuki halaman Kantor DPRD Kabupaten Rote Ndao, dengan menaiki mobil dinas nomor polisi  DH 168 G, selain dua Anggota KPK Tersebut juga terlihat Kepala Inspektorat Kabupaten Rote Ndao, Akhilaus Lenggu, mobil D 168 G Berhenti tepat dihalaman depan tangga naik Kantor DPRD rote ndao,kemudian terlihat jelas-jelad dua anggota Anti Rasua ini Masuk ke dalam Gedung DPRD.

Hal tersebut serentak memicu kemarahan sebagian warga yang hendak mengikuti Aksi demo menanti kedatangan Lembaga Anti Rasuah(KPK) ini.

Yunus Pani koordinator ANTRA kepada wartawan mengatakan selama ini pihaknya sangat menyanjung-yanjung KPK namun hari ini dirinya sangat kecewa dan menyayangkan sekali KPK mengunakan fasilitas mobil dinas milik Pemda Rote Ndao, sebab setahu dirinya jangankan di fasilitasi mobil makan dan minum saja di bawa sendiri oleh KPK , KPK membawa sendiri makan dan minum, jika hal ini sudah di lakukan oleh pihak KPK selaku lembaga Anti Rasuah maka kredibilitas KPK patut di pertanyakan, mau alasan apapun ini sudah tidak benar lagi, ujar Yunus.

Sementara itu Nanang Mulyana Kepada Wartawan di dalam gedung DPRD  mengatakan, sesungguh
nya bahwa dirinya tidak ada berniat untuk mengunakan mobil dinas ( plat merah ) tersebut, namun ketika hendak keluar pintu pagar dalam keadaan terkunci sehingga tidak mungkin harus berjalan kaki lagi, akhirnya terpaksa menumpang mobil tersebut, tapi perlu di tegaskan itu hanya kebetulan saja, dirinya juga meminta maaf dan siap bertangung jawab kepada atasan langsung, dirinya juga meminta maaf kepada masyarakat rote ndao, sesungguhnya bukan karena kelalaian juga namun karena kebetulan tetapi sama sekali tidak ada maksud dan tuan lain ungkap Nanang mulyana.

Lembaga DPRD Rote Ndao yang merupakan perpanjangan tangan dari rakyat rote ndao mendukung penuh pengaduan masyarakat soal dugaan adanya kasus korupsi yang telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian di katakan Anggota DPRD Rote Ndao Helmi Tolla mengatakan,” lembaga DPRD mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Rote Ndao ini, oleh sebab itu jika kemarahan warga akibat melihat KPK mengunakan Fasilitas pemerintah maka sah sah saja sebab memang tidak di perbolehkan dengan alasan apapun, hal itu kemudian makin menambah kemarahan masyarakat, apalagi selama ini kita tahu bersama bahwa Masyarakat Kabupaten Rote Ndao, sangat menyanjung penuh Kinerja KPK , yang di sebut-sebut Anti Rasua ini.”ujar Helmi.#