Klarifikasi Jalan Rabat Beton , Desa Suebela Dusun Saendale.

Laporan Dance henukh

Kades Suebela,Hani Li’an menjelaskan Gunakan DD Bangun Jalan Rabat Beton Sangat Lah Membantu Warganya.

Keterangan foto: Kades Suebela Hani Li’an Ketika Menceritakan Pembangunan Jalan Rabat Beton Kepada Media ini Senin,3/9/2018.
( Dance henukh)

Rote Ndao, libasmalakacom — Hani Li’an Kepala Desa (Kades) Suebela Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao,(RONDA ) Propinsi Nusa Tenggara Timur, NTT.

Pelaksanaan  pembangunan jalan di desa suebela di dusun Saindale dengan sistem rabat beton sepanjang 323 meter, dan lebar 4 meter dengan biaya anggaran sebesar Rp.   142.515.350.00. ( seratus empat puluh dua juta lima ratus lima belas ribu tiga ratus lima puluh rupiah)  merupakan salah satu bentuk realisasi program Dana Desa (DD) tahun 2017.

Kades Hani Li’an kepada Media Senin (3/9) mengatakan, pembangunan jalan rabat beton tersebut itu dilaksanakan agar para petani di desa suebela dusun saendale ini, jika musim panen lebih cepat dalam menggunakan kendaraan pengangkutan yang mereka gunakan, seperti saat mengangkat Padi dan hasil kebun menuju kerumah warga , dan jalan tersebut juga merupakan akses jalan menuju ke jalan umum warga desa suebela dusun saendale sendiri juga.

Sebelumnya kata Hani, jalan tersebut jika musim penghujan becek dan berlubang.Makanya jalan tersebut harus dibangun agar masyarakat merasa nyaman dan apa bila melintasnya.

“Pembangunan jalan rabat beton ini merupakan kesepakatan hasil musyawarah masyarakat pada desa (Musdes),bersama, pelaksanaan pembangunannya jalan rabat beton ini melibatkan masyarakat yang dikerjakan secara Swakelola”, imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Davit Amalo Ketua TPK desa Suebela yang turut mengawasi pembangunan jalan rabat beton tersebut.

Menurut dia, kondisi jalan di dusun Saendale yang sebagian besar rusak, menjadi salah satu dasar kesepakatan masyarakat mengusulkan pembangunan jalan rabat beton tersebut di tempat itu, maka jika jalan rabat beton tersebut retak dan pecah , bukan salah pihak TPK atau pihak desa , memang lokasi itu tanah nya longsor,” yang ada itu Tanah Longsor , ketika curah hujan turun.

“ Dan Sistem kerja jalan rabat beton ini dinilai lebih kuat dan tahan lama. Karena itu, masyarakat sepakat mengusulkan DD dilaksanakan dalam bentuk pembangunan jalan desa menggunakan sistem rabat beton, itu” kata Davit Amalo.